Lifestyle / Food & Travel
Jum'at, 04 September 2026 | 19:00 WIB
Ilustrasi daging. (Unsplash)
Baca 10 detik
    • Bersihkan permukaan daging menggunakan tisu dapur tanpa perlu dicuci dengan air.
    • Bagi daging dalam porsi sekali masak dan kemas menggunakan wadah vakum.
    • Atur suhu freezer stabil pada minus 18 derajat Celsius dan beri label.

Lapisan ganda ini berfungsi mempertahankan kelembapan alami daging agar tidak mudah mengering. Selain itu, plastic wrap membantu menahan aroma khas daging agar tidak menyebar ke bahan makanan lain.

5. Atur Suhu Freezer secara Konsisten

Suhu lingkungan penyimpanan memegang peranan paling vital dalam menghentikan aktivitas mikroorganisme pembusuk. Pastikan suhu freezer Anda berada pada tingkatan konstan minus 18 derajat Celsius atau lebih rendah.

Suhu yang stabil membuat pembekuan berlangsung sempurna hingga ke bagian dalam serat daging. Hindari terlalu sering membuka pintu kulkas agar temperatur di dalamnya tidak mengalami fluktuasi.

6. Beri Catatan Tanggal Penyimpanan pada Kemasan

Sistem rotasi penyimpanan sangat penting agar stok bahan makanan tidak tersimpan terlalu lama hingga kadaluarsa. Tempelkan label stiker yang mencantumkan tanggal awal daging mulai dimasukkan ke dalam freezer.

Daging sapi segar yang dikemas dengan benar umumnya dapat bertahan hingga rentang waktu 6 sampai 12 bulan. Terapkan prinsip first in, first out saat mengambil bahan makanan untuk dimasak.

7. Pisahkan Penyimpanan dari Bahan Pangan Beraroma Tajam

Daging memiliki sifat menyerap aroma dari lingkungan sekitarnya dengan sangat cepat jika tidak ditutup rapat. Jangan letakkan kemasan daging berdekatan dengan bahan berbau menyengat seperti durian atau bumbu dapur.

Baca Juga: Mengapa Telur dan Susu Sebaiknya Tidak Disimpan di Rak Pintu Kulkas? Ini Lho Bahayanya

Pemisahan area penyimpanan ini mencegah perubahan rasa dan aroma alami pada daging saat diolah. Kebersihan area dalam kulkas juga harus dijaga secara berkala demi kesehatan keluarga.

Load More