- Al Ghazali menyatakan bahwa jeda lima menit untuk mendengarkan musik dapat memulihkan energi dan suasana hati di sela kesibukan.
- PT Tempo Scan Pacific meluncurkan gerakan nasional lima menit jeda di Jakarta, Surabaya, dan Bandung pada 21 Agustus hingga 21 Oktober 2026.
- Dedy Angkakusuman menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan membantu masyarakat yang sibuk agar kembali siap beraktivitas secara optimal.
Suara.com - Di tengah aktivitas yang semakin padat, meluangkan waktu untuk berhenti sejenak mungkin terdengar sederhana. Namun, bagi Al Ghazali, jeda singkat justru bisa menjadi cara untuk mengembalikan mood dan energi sebelum kembali menjalani kesibukan.
Putra sulung Ahmad Dhani dan Maia Estianty itu mengaku memiliki cara sederhana untuk memanfaatkan waktu lima menit di sela aktivitas. Alih-alih membiarkan waktu tersebut berlalu begitu saja, ia memilih melakukan sesuatu yang disukai, salah satunya mendengarkan musik.
“Gerakan ini mengingatkan generasi muda bahwa mood, stamina, dan performa tetap perlu dijaga. Jeda lima menit bisa membantu kita kembali sigap dan siap melanjutkan aktivitas dengan lebih produktif. Kalau aku, biasanya memanfaatkan lima menit itu untuk mendengarkan musik,” tutur Al Ghazali di Central Park, Jakarta, Minggu, 6 September 2026.
Kebiasaan sederhana tersebut terasa relevan dengan keseharian banyak orang yang harus berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain. Pekerjaan, perjalanan, urusan keluarga hingga aktivitas di dunia digital membuat waktu untuk benar-benar berhenti terkadang justru menjadi hal yang sulit dilakukan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2026 mencatat rata-rata durasi kerja di Indonesia berada di kisaran 41 hingga 43 jam per minggu. Angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian masyarakat usia produktif menjalani waktu kerja yang lebih panjang dibandingkan standar 40 jam dalam sepekan.
Belum lagi aktivitas para pekerja komuter yang harus menempuh perjalanan jauh setiap hari. Rutinitas yang berlangsung terus-menerus, ditambah paparan informasi digital tanpa henti, dapat membuat tubuh dan pikiran seolah berada dalam kondisi “always-on”.
Karena itu, jeda tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk liburan atau mengambil waktu panjang. Lima menit untuk menarik napas, mendengarkan musik, menikmati minuman, melakukan peregangan ringan atau sekadar menjauh sejenak dari layar bisa menjadi ruang kecil untuk memulihkan diri.
Pesan tersebut kemudian diangkat dalam gerakan nasional “Pasukan bodrex 5 Menit Jeda, Kembali Siap untuk Indonesia”. Program yang berlangsung 21 Agustus hingga 21 Oktober 2026 ini mengajak masyarakat membangun kebiasaan mengambil waktu lima menit untuk recharge sebelum kembali beraktivitas.
Dedy Angkakusuman, Director Brand Consumer Marketing Health Care Division PT Tempo Scan Pacific Tbk, mengatakan gagasan tersebut berangkat dari perubahan ritme kehidupan masyarakat yang semakin cepat.
“Di tengah tuntutan hidup yang semakin cepat, masyarakat tidak hanya butuh solusi yang cepat dan efektif, tetapi juga diingatkan pentingnya jeda. Mengambil jeda sejenak selama lima menit bukanlah tanda berhenti, melainkan langkah awal untuk kembali siap dengan energi yang lebih optimal,” ujar Dedy.
Pesan serupa disampaikan Rossa yang sehari-hari juga menjalani aktivitas padat sebagai pekerja seni. Menurutnya, memberikan ruang untuk recharge dapat membantu seseorang kembali fokus dan memberikan hasil terbaik.
“Sebagai seorang pekerja seni, saya terbiasa menjalani aktivitas yang padat setiap hari. Karena itu, saya percaya mengambil jeda sejenak untuk recharge membantu kita kembali fokus dan siap memberikan yang terbaik,” kata Rossa.
Sementara itu, Chicco Jerikho melihat jeda sebagai langkah kecil yang bisa membantu seseorang tetap produktif di tengah rutinitas yang dinamis.
“Mel uangkan waktu sejenak untuk recharge membantu kita kembali fokus dan siap memberikan yang terbaik,” ujar Chicco.
Melalui Experience Booth di Jakarta, Surabaya, dan Bandung, masyarakat juga diajak merasakan langsung momen lima menit untuk berhenti sejenak. Selain ruang relaksasi, tersedia pula pemeriksaan kesehatan gratis.
Pada akhirnya, pesan yang dibawa gerakan ini cukup sederhana: produktif bukan berarti harus terus bergerak tanpa berhenti. Seperti yang dilakukan Al Ghazali dengan musiknya, setiap orang bisa memiliki cara sendiri untuk mengisi lima menit tersebut.
Sebab, terkadang yang dibutuhkan untuk kembali siap bukanlah waktu yang panjang, melainkan kemauan untuk berhenti sebentar.