- Zinc memiliki sifat antiinflamasi yang dapat meredakan kemerahan, iritasi, serta meregenerasi jaringan kulit rusak akibat peradangan jerawat.
- Mineral zinc mengatasi jerawat dengan cara menekan produksi sebum berlebih dan melawan bakteri penyebab masalah kulit tersebut.
- Penggunaan zinc untuk mengatasi jerawat dapat bersumber dari makanan atau suplemen sesuai aturan kesehatan.
Suara.com - Jerawat sering kali menjadi masalah kulit yang mengganggu penampilan dan kepercayaan diri. Banyak cara dilakukan untuk mengatasinya, salah satunya dengan memanfaatkan kandungan zinc.
Namun, apakah zinc benar-benar bisa mengatasi jerawat? Simak penjelasannya secara lengkap di bawah ini.
Sifat antiinflamasi yang dimiliki zinc membantu meredakan kemerahan, iritasi, serta mendukung regenerasi jaringan kulit yang rusak akibat peradangan.
Manfaat Zinc untuk Tubuh dan Kulit
Zinc merupakan salah satu nutrisi penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Mineral ini berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh, mendukung pembelahan sel, sintesis protein, hingga proses penyembuhan luka.
"Zinc adalah salah satu dari sekian banyak nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Zat ini terutama melindungi sistem kekebalan tubuh dengan cara melawan sel-sel berbahaya," demikian dijelaskan dari laman Healthline.
Selain menjaga daya tahan tubuh dari serangan mikroorganisme pembawa penyakit, zinc juga memegang peranan krusial bagi kesehatan kulit.
Sifat antiinflamasi yang dimilikinya membantu meredakan kemerahan, iritasi, serta mendukung regenerasi jaringan kulit yang rusak akibat peradangan.
Hubungan Zinc untuk Mengatasi Jerawat
Bagaimana zinc bekerja dalam melawan jerawat? Jerawat terjadi akibat produksi sebum berlebih yang merangsang peradangan dan menyumbat pori-pori. Zinc dapat bekerja menekan produksi sebum sekaligus melawan bakteri penyebab jerawat.
Mengenai mekanisme kerja mineral ini, Medical News Today menyebutkan bahwa para peneliti juga meyakini bahwa zinc dapat membantu mengatasi jerawat dengan cara menekan produksi sebum dan melawan bakteri penyebab jerawat.
Secara ilmiah, kadar zinc dalam darah penderita jerawat cenderung lebih rendah dibandingkan mereka yang berkulit bersih.
Penggunaan zinc, baik secara oral (suplemen) maupun topikal (krim atau gel), dapat membantu mengurangi bentol kemerahan (papula), jerawat bernanah (pustula), hingga jenis jerawat inflamasi lainnya. Suplemen oral umumnya lebih efektif untuk jerawat parah atau kistik, sedangkan pemakaian topikal cocok untuk jerawat ringan.
Tips Mengonsumsi Zinc untuk Jerawat
- Utamakan makanan sumber zinc. Sebaiknya pastikan kecukupan zinc dari makanan sebelum mempertimbangkan suplemen. Beberapa di antaranya adalah tiram, daging merah, unggas, produk susu, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.
- Jangan mengonsumsi suplemen sembarangan. Kebutuhan zinc orang dewasa umumnya sekitar 8 mg per hari untuk perempuan dan 11 mg untuk laki-laki. Batas atas asupan zinc untuk orang dewasa adalah 40 mg per hari dari seluruh sumber.
- Perhatikan efek samping. Asupan zinc berlebihan dapat menyebabkan mual, muntah, diare, sakit perut, dan gangguan lainnya.
- Konsultasikan dengan dokter. Suplemen zinc dapat berinteraksi dengan obat tertentu, termasuk beberapa antibiotik.
Jadi, apakah zinc bisa mengatasi jerawat? Zinc berpotensi membantu, khususnya pada jerawat yang mengalami peradangan, tetapi penggunaannya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit dan kebutuhan tubuh. Jangan mengonsumsi suplemen dalam dosis tinggi tanpa rekomendasi tenaga kesehatan.