- Puspresnas Kemendikdasmen bekerja sama dengan International Global Network menandatangani nota kesepahaman pengembangan talenta peserta didik.
- Kerja sama tersebut memberikan pembinaan bagi finalis Lomba Debat Indonesia 2026 dan pembiayaan AYIMUN.
- Tiga peserta terbaik mendapatkan pembiayaan penuh mengikuti AYIMUN ke-24 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Suara.com - Prestasi di sekolah tentu menjadi sesuatu yang membanggakan. Namun, bagi peserta didik, perjalanan untuk berkembang tidak seharusnya berhenti ketika sebuah penghargaan berhasil diraih. Ada pengalaman, wawasan, dan kemampuan lain yang perlu terus diasah agar prestasi tersebut menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh.
Semangat inilah yang menjadi bagian dari kerja sama Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, bersama International Global Network (IGN) dalam pengembangan talenta peserta didik Indonesia melalui Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Kepala Pusat Prestasi Nasional Maria Veronica Irene Herdjiono dan Presiden International Global Network Muhammad Fahrizal.
Maria mengatakan, pengembangan talenta membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Partisipasi semesta harus terus dijalankan dalam rangka pengembangan talenta,” ujar Maria.
Menurutnya, terdapat empat prinsip utama yang perlu menjadi perhatian dalam manajemen talenta muda, yakni kolaborasi, berkelanjutan, inklusivitas, dan berorientasi pada kepentingan murid.
Prinsip tersebut menjadi penting karena kemampuan seorang peserta didik tidak hanya diukur dari nilai akademik atau jumlah penghargaan yang diperoleh.
Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, berpikir kritis, hingga memahami perbedaan budaya juga semakin dibutuhkan ketika generasi muda memasuki lingkungan yang lebih luas.
Kesempatan untuk berinteraksi dalam forum internasional dapat menjadi salah satu ruang pembelajaran yang mempertemukan peserta didik dengan beragam perspektif.
Mereka tidak hanya belajar menyampaikan pendapat, tetapi juga ditantang untuk mendengarkan, memahami sudut pandang orang lain, menyusun argumen, dan mencari solusi bersama.
Hal tersebut menjadi salah satu pengalaman yang ditawarkan melalui AYIMUN. Forum ini mempertemukan pelajar dari berbagai negara untuk membahas isu-isu global sekaligus merancang resolusi atas persoalan yang dibahas.
Bagi para peserta didik Indonesia, pengalaman semacam ini dapat menjadi proses belajar yang berbeda. Mereka berhadapan dengan situasi yang mendorong keberanian berbicara sekaligus mengajarkan pentingnya diplomasi dan negosiasi.
Muhammad Fahrizal menyebut kerja sama tersebut sebagai langkah awal untuk memberikan ruang lebih luas bagi anak muda Indonesia.
“Bagaimana memberikan ruang bagi anak muda di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dan melalui kerja sama ini kami bisa membersamai adik-adik di level internasional,” katanya.
Dalam kerja sama ini, 15 finalis terbaik Lomba Debat Indonesia (LDI) Bahasa Inggris 2026 kategori individu jenjang pendidikan menengah akan mendapatkan pembinaan. Tiga peserta terbaik juga akan mendapatkan pembiayaan penuh untuk mengikuti AYIMUN ke-24 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 15-18 Januari 2027.