8 Cara Memilih Moisturizer Pertama untuk Remaja Pemula agar Tidak Salah Pilih

Rabu, 16 September 2026 | 10:27 WIB
Ilustrasi moisturizer (Pexels/https://kaboompics.com/)
  • Moisturizer menjadi salah satu produk dasar dalam skincare remaja.
  • Kondisi kulit perlu diperhatikan sebelum memilih produk.
  • Kandungan dan tekstur moisturizer juga penting untuk diperiksa.

Suara.com - Bagi remaja yang baru mengenal perawatan wajah, memilih moisturizer pertama bisa menjadi langkah yang cukup membingungkan karena banyak produk menawarkan kandungan dan klaim yang berbeda.

Diketahui, moisturizer merupakan produk perawatan kulit yang digunakan untuk membantu menjaga kelembapan wajah. Produknya dapat digunakan setelah penggunaan sabun cuci muka.

Kebutuhan tersebut bisa berbeda pada setiap remaja, terlebih kondisi kulit dapat berubah seiring masa pubertas.

Wajah yang sebelumnya biasa saja dapat menjadi lebih berminyak, muncul jerawat, atau terasa kering di beberapa bagian. Perubahan ini perlu menjadi pertimbangan sebelum memilih produk pelembap.

Saat baru mulai merawat wajah, moisturizer menjadi salah satu produk yang perlu dikenali lebih dulu.

Lantas, bagaimana cara memilih moisturizer pertama untuk remaja pemula?

Ilustrasi moisturizer (Magnific)

1. Kenali Kondisi Kulit

Sebelum membeli moisturizer, perhatikan kondisi kulit setelah mencuci wajah. Kulit yang terasa tertarik atau mudah mengelupas biasanya membutuhkan kelembapan lebih, sedangkan wajah yang cepat mengilap cenderung membutuhkan formula yang lebih ringan.

Ada juga kulit kombinasi yang berminyak di area tertentu, tetapi terasa kering di bagian lainnya. Mengenali kondisi tersebut akan membantu menentukan moisturizer yang lebih nyaman digunakan.

2. Pilih Tekstur yang Sesuai

Tekstur moisturizer juga perlu disesuaikan dengan kondisi kulit. Remaja dengan kulit berminyak atau mudah berjerawat biasanya dapat mempertimbangkan tekstur gel atau lotion yang terasa ringan.

Sementara itu, kulit yang cenderung kering dapat menggunakan moisturizer dengan tekstur cream yang lebih kaya. Tidak perlu mengikuti tekstur yang sedang populer jika hasilnya justru terasa berat atau lengket di wajah.

3. Utamakan Formula yang Sederhana

Moisturizer pertama tidak harus memiliki banyak kandungan aktif. Bagi pemula, formula yang lebih sederhana justru memudahkan untuk mengetahui apakah kulit cocok dengan produk tersebut.

Fokus utama moisturizer adalah membantu menjaga kelembapan kulit. Jadi, tidak perlu terburu-buru memilih produk dengan banyak klaim sekaligus.

4. Perhatikan Label Fragrance-Free

Bila kulit mudah mengalami iritasi, label fragrance-free bisa menjadi salah satu hal yang diperhatikan. Pewangi pada produk skincare dapat memicu reaksi pada sebagian kulit.

Perlu diingat, fragrance-free tidak sama dengan unscented. Produk berlabel unscented masih bisa menggunakan bahan pewangi tertentu untuk menutupi aroma dari bahan lainnya.

5. Pilih Non-Comedogenic jika Mudah Berjerawat

Perubahan hormon pada masa remaja dapat membuat produksi minyak meningkat dan jerawat lebih mudah muncul. Kondisi tersebut bukan alasan untuk melewatkan moisturizer.

Jika kulit mudah berjerawat, pertimbangkan produk dengan label non-comedogenic. Produk dengan label tersebut dirancang agar tidak mudah menyumbat pori, meski kecocokan tetap bergantung pada kondisi kulit masing-masing.

6. Cari Kandungan yang Membantu Menjaga Kelembapan

Kandungan dalam moisturizer juga patut diperhatikan. Beberapa bahan seperti ceramide dan hyaluronic acid dapat membantu menjaga kelembapan kulit.

Tidak perlu mengejar banyak kandungan sekaligus. Untuk moisturizer pertama, pilih produk yang fungsi utamanya jelas dan terasa nyaman ketika digunakan.

7. Jangan Langsung Mencoba Banyak Produk

Melihat rutinitas skincare di media sosial mungkin membuat banyak produk terlihat menarik untuk dicoba. Namun, memasukkan beberapa produk baru sekaligus justru dapat menyulitkan ketika kulit tiba-tiba mengalami masalah.

Coba gunakan satu produk baru terlebih dahulu. Setelah mengetahui kulit dapat menerimanya dengan baik, barulah pertimbangkan menambahkan produk lain bila memang dibutuhkan.

8. Uji Coba Sebelum Dipakai Rutin

Moisturizer baru sebaiknya tidak langsung digunakan dalam jumlah banyak pada seluruh wajah. Terutama bagi kulit yang mudah sensitif, produk dapat diuji lebih dulu pada area kecil.

Jika muncul kemerahan, rasa gatal, perih, atau reaksi lain yang mengganggu, hentikan penggunaannya. Cara ini dapat membantu mengurangi risiko menggunakan produk yang ternyata tidak cocok.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com