Mengapa Krim Malam Tidak Boleh Digunakan pada Siang Hari Meski di Dalam Ruangan?

Sabtu, 19 September 2026 | 14:31 WIB
Ilustrasi krim malam (Pexels/Sora Shimazaki)
BACA 10 DETIK
  • Krim malam sering kali memiliki tekstur lebih tebal serta mengandung retinoid yang dapat meningkatkan sensitivitas terhadap sinar matahari.
  • Sinar ultraviolet tetap dapat menembus ke dalam ruangan melalui jendela sehingga kulit memerlukan perlindungan matahari yang memadai.
  • Krim malam yang hanya berfungsi sebagai pelembap dasar tidak otomatis berbahaya digunakan pada siang hari tanpa sunscreen.

Suara.com - Krim malam tidak selalu cocok digunakan pada siang hari, bahkan ketika seseorang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan. Alasannya bukan semata-mata karena label produk bertuliskan “night cream”, tetapi karena sejumlah krim malam dirancang dengan tekstur, konsentrasi bahan aktif, dan fungsi yang berbeda dari pelembap siang.

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa krim malam umumnya memiliki tekstur lebih tebal karena dirancang untuk membantu melembapkan, menenangkan, dan mendukung perawatan kulit saat tidur.

Sementara itu, produk siang biasanya dibuat lebih ringan dan dapat dilengkapi perlindungan terhadap paparan sinar matahari.

Lalu, mengapa krim malam tidak dianjurkan sembarangan dipakai pada siang hari?

Ilustrasi krim malam (Pexels/kaboompics)

1. Beberapa krim malam mengandung retinol
Salah satu alasan paling penting adalah kandungan retinol atau retinoid yang cukup sering ditemukan dalam produk perawatan malam.

American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa retinoid dapat membantu mengatasi sejumlah masalah kulit, termasuk garis halus, perubahan pigmentasi, tekstur kulit dan jerawat. Namun, retinoid juga dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari sehingga penggunaannya dianjurkan pada malam hari, disertai perlindungan matahari pada siang hari.

DermNet NZ juga mencatat bahwa retinoid topikal dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan sensitivitas terhadap matahari. Penggunaan pada malam hari membantu mengurangi paparan tersebut.

Karena itu, apabila krim malam mengandung retinol atau retinoid, jangan menjadikan produk tersebut sebagai pelembap siang hanya karena kulit sedang berada di dalam rumah.

2. Berada di dalam ruangan bukan berarti kulit bebas dari UV
Anggapan bahwa kulit tidak membutuhkan perlindungan matahari karena seharian berada di dalam ruangan juga perlu diluruskan.

Paparan sinar ultraviolet tetap dapat terjadi selama seseorang berada di lingkungan yang memungkinkan masuknya cahaya matahari, misalnya dekat jendela atau ketika sesekali keluar rumah.

DermNet NZ menjelaskan bahwa paparan UV merupakan faktor penting dalam terjadinya kerusakan akibat matahari. Perlindungan dapat dilakukan dengan mengurangi paparan, menggunakan pakaian pelindung dan memakai sunscreen dengan perlindungan UVA yang baik.

Jadi, rutinitas pagi tetap sebaiknya mempertimbangkan perlindungan terhadap sinar matahari, terutama jika menggunakan bahan aktif yang berpotensi meningkatkan sensitivitas kulit.

Ilustrasi memakai krim malam (Pexels/Ron Lach)

3. Tekstur krim malam biasanya lebih berat
Perbedaan krim malam dan krim siang bukan hanya soal kandungan aktif.

Menurut Cleveland Clinic, night cream biasanya mempunyai tekstur yang lebih tebal karena difokuskan untuk memberikan kelembapan dan membantu menenangkan kulit ketika tidur. Sebaliknya, day cream cenderung lebih ringan dan dapat diformulasikan untuk kebutuhan aktivitas pada siang hari.

Krim yang terlalu berat bagi kondisi kulit seseorang pada siang hari dapat terasa lebih lengket atau berminyak. Pada kulit berminyak dan acne-prone, pemilihan produk non-comedogenic juga menjadi pertimbangan penting.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com