Tak Cuma Hiburan, BagaimanaSeni Bisa Jadi Jalan untuk Menggerakkan Aksi Iklim

Jum'at, 25 September 2026 | 12:33 WIB
Sebuah papan kartun yang cerah di protes lingkungan yang menyoroti polusi plastik. (dok.Pexels/Markus Spiske)

Suara.com - Sering kali perubahan iklim ini dibicarakan melalui angka maupun grafik emisi, teknologi energi bersih, hingga kebijakan lingkungan. Akan tetapi, hal itu tidak berlaku pada sebuah penelitian dari University College Cork (UCC).

Penelitian tersebut justru membuktikan bahwa seni, budaya, dan kreativitas ikut bermain peran penting dalam menggerakkan masyarakat untuk dapat terlibat aksi iklim.

Tim peneliti yang dipimpin oleh profesor dari UCC Sustainability Institute, Marguerite Nyhan ini melakukan penelitian selama tiga tahun dengan mengevaluasi Creative Climate Action Fund II dari Creative Ireland, yakni sebuah program nasional yang melibatkan masyarakat dalam berbagai proyek seni, budaya, dan kreatif terkait perubahan iklim.

Penelitian itu meliputi 42 proyek dengan pendekatan beragam, mulai dari seni visual dan pertunjukan, film dan fotografi, musik dan suara, desain dan arsitektur, seni berbasis komunitas, mendongeng dan puisi, sekaligus lokakarya dan pembelajaran partisipatif.

Mereka menemukan bahwa dengan pendekatan kreatif ini dapat membuat isu perubahan iklim jadi lebih mudah diakses. Karena melalui langkah tersebut, memungkinkan masyarakat merasa terhubung mengenai isu lingkungan berdasarkan pengalaman, kehidupan, dan nilai-nilai yang dimiliki.

Nyhan mengatakan pendekatan tersebut dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat secara lebih aktif dalam aksi iklim.

"Dengan menciptakan ruang inklusif untuk dialog, partisipasi, dan kreasi bersama, proyek-proyek ini memungkinkan orang untuk menghubungkan perubahan iklim dengan kehidupan, komunitas, dan nilai-nilai mereka sendiri," katanya, dikutip dalam laman Phys, Kamis (24/9).

Berdasarkan penelitian itu, proyek kreatif kini tidak hanya mendorong peningkatan pemahaman mengenai perubahan iklim. Kegiatan itu turut menghadirkan ruang untuk berdiskusi, pembelajaran, kolaborasi antara berbagai pihak.

Seni Membuka Ruang untuk Aksi Iklim

Selama proses penelitian ini berlangsung, para peneliti ini menghadiri 46 kegiatan dalam enam proyek yang dipilih untuk dianalisis secara komprehensif.

Bukti penelitian kemudian dikumpulkan melalui lebih dari 200 survei proyek dan peserta, lebih dari 50 hasil wawancara, observasi partisipan, dan kelompok fokus.

Hasilnya ditemukan bahwa proyek-proyek tersebut mengangkat berbagai isu lingkungan. Isunya meliputi hilangnya keanekaragaman hayati, penggunaan energi, pertanian dan penggunaan lahan, ekonomi sirkular, mitigasi iklim, dan adaptasi iklim.

Bahkan pendekatan kreatif turut dinilai membantu dalam menghadirkan keterlibatan yang lebih inklusif. Program dapat menyesuaikan bentuk partisipasi berdasarkan kebutuhan, kemampuan, serta tingkat kesadaran iklim masyarakat yang berbeda.

Hal tersebut sangat membuka kesempatan bagi kelompok yang selama ini kurang terwakili untuk ikut mengambil bagian dalam aksi iklim.

Pada saat yang bersamaan, kegiatan kreatif membantu membangun kepercayaan, rasa memiliki terhadap komunitas, dan kapasitas untuk bertindak secara kolektif.

Ternyata efeknya tidak berhenti hanya ketika proyek tersebut selesai dikerjakan.

Penelitian menemukan adanya perubahan pada nilai-nilai, perspektif, dan rasa kemandirian pada peserta yang kemudian diterapkan pada lingkungan kerja, komunitas, maupun jaringan profesional mereka.

Nyhan memandang perubahan yang terjadi tersebut sangat penting. Sebab, persoalan iklim kini tidak lagi bisa hanya diselesaikan melalui pendekatan teknologi.

"Skala tantangan iklim membutuhkan lebih dari sekadar solusi teknologi. Hal itu juga membutuhkan perubahan budaya yang mendalam," terangnya.

Dari Tari hingga Cerita tentang Lingkungan

Salah satu proyek yang membuat perhatian teralih adalah Creating a Climate for Change in Limerick yang diusung oleh Dance Limerick.

Program tersebut memakan waktu satu tahun dalam mengguakan tari, seni visual, dan penceritaan audio untuk membuat isu-isu lingkungan yang kompleks agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat lokal.

Proyek yang diketuai oleh seorang produser komunitas Dance Limerick, Katy Hewison, memadukan seniman, peneliti, dan komunitas di Limerick untuk mengembangkan literasi iklim sekaligus membuka cara baru dalam membahas keanekaragaman hayati, keberlanjutan, dan relasi manusia dengan alam.

Hewison menjelaskan proyek-proyek tersebut menghasilkan efek domino melalui hubungan keberlanjutan yang terbentuk selama kegiatan itu berlangsung.

"Kami telah melihat efek domino dari proyek ini dalam koneksi komunitas, pengalaman artistik, dan kenangan yang terwujud dari karya tersebut yang terus memengaruhi mereka yang terlibat," katanya.

Melalui pendekatan tersebutlah, seni tidak sekadar diasosiasikan sebagai sarana hiburan. Di baliknya, seni bisa menjadi sarana untuk menyampaikan pesan terhadap perubahan iklim.

Kreativitas juga dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk memahami persoalan lingkungan, membangun hubungan, dan menemukan cara untuk bersama-sama mengambil tindakan nyata.

Penulis: Chairunisa

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com