Talenta Indonesia Tak Cuma Butuh Skill, tapi Juga Akses dan Kesempatan

Selasa, 29 September 2026 | 06:34 WIB
Ilustrasi pekerja; talenta. (Pexels)
BACA 10 DETIK
  • Binawan Group menyelenggarakan media gathering bertajuk kolaborasi SDM di Jakarta Pusat pada 17 September 2026.
  • Mantan diaspora Slamet Priyono menyatakan pengalaman global penting untuk dibawa pulang guna berkontribusi di Indonesia.
  • CEO Binawan Group Said Alwaini menekankan tantangan kualitas SDM harus diselesaikan melalui kolaborasi lintas sektor.

Artinya, pengembangan talenta tidak berhenti ketika seseorang lulus dari sekolah atau perguruan tinggi. Perjalanan tersebut berlanjut ketika mereka memasuki dunia kerja dan membutuhkan kesempatan untuk terus belajar.

Membangun Ekosistem Menjelang 50 Tahun

Gagasan mengenai ekosistem tersebut menjadi bagian dari perjalanan Binawan Group yang tahun depan memasuki usia 50 tahun.

Selama hampir lima dekade, Binawan berkembang dari organisasi yang berfokus pada kesempatan bagi masyarakat Indonesia menjadi ekosistem yang kini mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan dan pelatihan, penempatan tenaga kerja global, teknologi, layanan kesehatan, agribisnis, properti, hingga F&B.

Namun, yang menjadi perhatian bukan hanya banyaknya bidang yang digeluti, melainkan bagaimana berbagai bagian tersebut dapat saling terhubung.

Pendidikan dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kompetensi. Pelatihan membantu seseorang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, sementara akses terhadap kesempatan global dapat memberikan pengalaman baru yang kemudian menjadi bekal untuk perjalanan berikutnya.

Chief Marketing Officer Binawan Group Kristin Tan mengatakan perjalanan menuju 50 tahun menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Setiap pencapaian besar selalu lahir dari banyak tangan yang bekerja sama. Perjalanan 50 tahun Binawan adalah kisah kolaborasi antara mitra pemerintah, industri, lembaga pelatihan, serta rekan-rekan media,” ujarnya.

Chief Marketing Officer Binawan Group, Kristin Tan. (Dok. Ist)

Dari Kesempatan Menjadi Dampak

Pada akhirnya, pembicaraan mengenai talenta tidak hanya soal berapa banyak orang yang memiliki keterampilan, tetapi juga seberapa terbuka akses mereka terhadap kesempatan.

Seseorang mungkin memiliki kemampuan yang baik, tetapi membutuhkan pendidikan yang tepat untuk mengasahnya. Setelah itu, ia membutuhkan pengalaman untuk menguji kemampuannya, jaringan untuk membuka peluang, dan lingkungan yang mendukung agar pengalaman tersebut dapat berkembang menjadi kontribusi.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com