7 Penyebab Parfum Terasa Menyengat Bikin Pusing di Awal Semprotan

Selasa, 29 September 2026 | 07:14 WIB
Ilustrasi parfum (Pexels)
BACA 10 DETIK
  • Parfum memiliki karakter aroma yang beragam.
  • Aroma parfum dapat berubah setelah beberapa saat digunakan.
  • Sensasi saat mencium parfum juga bisa berbeda pada setiap orang.

Suara.com - Parfum menjadi salah satu produk yang sering digunakan untuk melengkapi penampilan sehari-hari. Pilihan wanginya pun beragam, mulai dari aroma segar dan floral hingga wangi manis atau hangat yang terasa lebih kuat.

Beragamnya karakter parfum membuat sensasi yang muncul saat pertama kali digunakan juga tidak selalu sama. Ketika baru disemprotkan, aroma parfum biasanya langsung tercium cukup kuat sebelum perlahan berubah setelah beberapa saat.

Pada sebagian orang, aroma yang terlalu kuat di awal semprotan dapat membuat hidung terasa kurang nyaman hingga memicu pusing. Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan berbagai hal yang muncul saat parfum digunakan.

Lantas, apa saja penyebab parfum terasa menyengat dan bikin pusing di awal semprotan?

Parfum adalah wewangian yang digunakan untuk memberikan aroma khas pada tubuh dan biasanya memiliki beberapa lapisan aroma yang berkembang seiring waktu.

Ilustrasi parfum (Pexels/Tarek Shahin)

1. Konsentrasi Parfum Cukup Tinggi

Kadar bahan pewangi dalam parfum dapat memengaruhi seberapa kuat aroma yang tercium ketika pertama kali disemprotkan. Produk dengan konsentrasi wewangian yang lebih tinggi umumnya memberikan aroma yang lebih pekat.

Jenis parfum seperti parfum atau extrait biasanya memiliki konsentrasi bahan pewangi lebih tinggi dibandingkan beberapa jenis wewangian lain. Namun, tingkat ketajaman aroma tetap bergantung pada komposisi bahan yang digunakan.

Bagi sebagian orang, aroma yang terlalu pekat sejak awal dapat terasa berat dan membuat kepala kurang nyaman.

2. Aroma Top Notes Terasa Tajam

Parfum memiliki beberapa tahapan aroma yang biasanya dikenal sebagai top notes, middle notes, dan base notes. Top notes merupakan aroma yang pertama kali tercium setelah parfum disemprotkan.

Karakter top notes dapat terasa cukup kuat karena memang menjadi kesan awal dari sebuah parfum. Aroma citrus, herbal, atau rempah tertentu, misalnya, bisa memberikan sensasi segar sekaligus tajam ketika baru disemprotkan.

Setelah beberapa waktu, aroma tersebut perlahan berkurang dan berganti dengan lapisan aroma berikutnya. Inilah yang membuat parfum terkadang terasa berbeda antara beberapa detik pertama dan beberapa jam setelah digunakan.

3. Parfum Disemprotkan Terlalu Dekat

Jarak saat menggunakan parfum juga dapat memengaruhi seberapa kuat aroma yang langsung tercium. Ketika parfum disemprotkan terlalu dekat dengan hidung atau wajah, aroma yang masuk ke indera penciuman dalam waktu singkat menjadi lebih banyak.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com