- Nike, Sidas, dan ASICS menyarankan pengukuran kaki dalam milimeter pada akhir hari agar hasilnya akurat.
- Sepatu lari memerlukan ruang tambahan sekitar selebar ibu jari pada bagian depan untuk mengakomodasi pelebaran kaki.
- Pemilihan ukuran harus memastikan stabilitas tumit dan kesesuaian lebar sepatu demi kenyamanan saat bergerak.
4. Pastikan tumit tetap stabil
Sepatu yang tepat seharusnya tidak membuat kaki terasa bergerak atau bergeser terlalu banyak di dalam sepatu. Sidas menyebut bagian tumit perlu mendapatkan dukungan yang baik agar kaki tetap stabil ketika menapak.
Nike juga memberikan cara sederhana untuk mengecek bagian belakang sepatu. Saat sepatu dipakai dan kaki menapak, ruang sekitar 1–1,5 jari di bagian belakang tumit dapat menjadi salah satu tanda bahwa ukurannya cukup pas.
5. Coba dengan kaus kaki yang biasa dipakai
Ketebalan kaus kaki dapat memengaruhi rasa pas sepatu. Karena itu, ASICS menyarankan mencoba sepatu menggunakan kaus kaki yang biasanya dipakai untuk berlari.
Dengan cara ini, kamu dapat mengetahui apakah sepatu tetap nyaman setelah dipakai bersama perlengkapan lari yang sebenarnya.
6. Coba berjalan atau berlari sebelum membeli
Jangan hanya mencoba sepatu sambil berdiri. ASICS menyarankan untuk berjalan atau, jika memungkinkan, mencoba berlari menggunakan sepatu tersebut agar dapat merasakan apakah ada bagian yang menekan, bergesekan, atau terlalu longgar.
Sidas juga menyarankan mencoba beberapa langkah untuk mendeteksi tekanan yang terasa tidak nyaman. Jika memungkinkan, lakukan percobaan di toko khusus lari yang menyediakan fasilitas treadmill.
7. Sesuaikan dengan kaki yang lebih besar
Ukuran kedua kaki tidak selalu sama persis. Nike dan ASICS menyarankan menjadikan kaki yang lebih besar sebagai acuan ketika menentukan ukuran sepatu.
Dengan begitu, kaki yang lebih besar tetap mendapatkan ruang yang cukup tanpa membuat bagian jari tertekan ketika berlari.
Pada akhirnya, ukuran sepatu lari yang tepat bukan sekadar soal memilih nomor yang lebih besar atau lebih kecil.
Pastikan ada ruang yang cukup di bagian depan, tumit tetap stabil, lebar sepatu sesuai bentuk kaki, dan seluruh bagian kaki terasa nyaman saat bergerak.
Apakah Sepatu Lari Harus Lebih Besar?
Pertanyaan apakah sepatu lari harus lebih besar dari sepatu sehari-hari cukup sering muncul ketika seseorang hendak membeli sepatu untuk berlari.
Menurut Nike, anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah karena kaki dapat mengalami perubahan ketika menerima tekanan dan benturan selama berlari.
"Saat berlari, kaki dan tungkai Anda menerima tekanan yang cukup besar akibat benturan dengan tanah. Umumnya, hal ini menyebabkan telapak kaki sedikit melebar dan jari-jari kaki merenggang," jelas Dave Ridley, coach running Nike.
Karena itu, menyediakan ruang ekstra pada bagian depan sepatu atau toe box dapat membantu mengakomodasi perubahan tersebut.
Kondisi ini dapat membuat ukuran sepatu lari yang terasa nyaman sedikit lebih besar dibandingkan ukuran sepatu yang biasa digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Namun, bukan berarti semakin besar ukuran sepatu akan semakin baik. Nike mengingatkan agar tidak memilih sepatu yang menyisakan terlalu banyak ruang kosong di bagian depan karena kaki justru dapat bergerak terlalu bebas di dalam sepatu.
"Jika hal itu terjadi, berarti Anda membawa beban tambahan yang tidak perlu, yang bisa membuat lari Anda terasa lebih lambat," kata coach running Nike lainnya, Lydia O'Donnell.
Dengan demikian, sepatu lari tidak harus selalu satu ukuran lebih besar, tetapi sebaiknya memiliki ruang yang cukup untuk jari-jari kaki bergerak ketika berlari.
Nike menyarankan adanya ruang sekitar selebar ibu jari antara jari kaki terpanjang dan ujung sepatu sebagai salah satu patokan saat mengecek kesesuaian ukuran.
Selain itu, bagian tumit juga perlu tetap terasa stabil dan tidak mudah terangkat ketika kaki bergerak.
Intinya, pilih ukuran yang memberikan keseimbangan antara ruang di bagian depan dan rasa pas di seluruh kaki, bukan sekadar memilih nomor yang lebih besar.