Cegah Gagal Panen, Siasat Petani Bawang Merah Agar Bebas Hama

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:43 WIB
Ilustrasi bawang merah. [Dok.Antara]
BACA 10 DETIK
  • Petani bawang merah di Brebes menghadapi tantangan produktivitas akibat serangan hama seperti thrips dan Spodoptera.
  • BASF menghadirkan produk Cimegra sejak 2023 di Indonesia untuk membantu mengendalikan hama serangga pada tanaman bawang merah.
  • BASF mengumpulkan sekitar 1.000 petani di Brebes untuk memperkuat edukasi dan memperkenalkan efektivitas produk tersebut.

Suara.com - Serangan hama masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petani bawang merah di Brebes, Jawa Tengah. Hama seperti thrips, Spodoptera, dan Plutella dapat memengaruhi kondisi tanaman dan pada akhirnya berdampak pada produktivitas apabila tidak dikendalikan dengan baik.

Kondisi tersebut membuat pengendalian hama menjadi salah satu perhatian dalam budidaya bawang merah. Petani membutuhkan penanganan yang tepat agar tanaman tetap terlindungi selama musim tanam sekaligus meminimalkan kerusakan akibat serangan hama.

Tantangan tersebut menjadi perhatian BASF Agricultural Solutions melalui pengembangan solusi pengendalian hama untuk tanaman bawang merah. Salah satunya Cimegra®, yang telah digunakan di Indonesia sejak 2023 dan tahun ini memasuki tahun ketiga.

Produk tersebut ditujukan untuk membantu petani mengendalikan sejumlah hama serangga utama pada bawang merah, termasuk Thrips, Spodoptera, dan Plutella.

Country Head BASF Agricultural Solutions Indonesia Jerico Gascon mengatakan pengendalian hama yang efektif menjadi salah satu faktor penting dalam budidaya bawang merah.

“Selama tiga tahun perjalanan Cimegra® di Indonesia, kami melihat bahwa kebutuhan petani tidak hanya sebatas memiliki solusi untuk mengendalikan hama, tetapi juga mendapatkan pemahaman dan dukungan yang tepat agar solusi tersebut dapat memberikan manfaat secara optimal di lapangan,” ujar Jerico dalam keterangan tertulis.

Menurut BASF, salah satu proposisi Cimegra® adalah “tuntas dalam 3,5 jam”. Berdasarkan keterangan perusahaan, ulat sasaran berhenti makan dalam waktu 3,5 jam setelah aplikasi.

Sekitar 1.000 Petani Berkumpul di Brebes

Untuk memperkuat edukasi mengenai pengendalian hama, BASF menggelar Gebyar Cimegra Secepat Kilat di Brebes. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.000 petani bawang merah.

Dalam kegiatan tersebut, petani mendapat kesempatan melihat kinerja produk di lapangan, bertukar pengalaman, serta memperoleh informasi mengenai pengendalian hama dan praktik aplikasi.

Edukasi petani mengenai pengendalian hama bawang (dok. Ist)

Bagi petani, pengetahuan mengenai penggunaan produk menjadi bagian penting dalam pengendalian hama. 

“Bagi BASF, inovasi harus selalu berangkat dari tantangan nyata yang dihadapi petani dan diterjemahkan menjadi solusi yang relevan dengan kebutuhan mereka,” kata Jerico.

Dan ternyata, selain bawang merah, Cimegra® juga telah terdaftar untuk digunakan pada sejumlah komoditas pertanian lainnya, antara lain jagung, tomat, kubis, dan kedelai.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com