Gen Z Makin Cari Pengalaman, Kemenpar Dorong Wisata Indonesia yang Lebih Personal

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:29 WIB
Ilustrasi Traveling (magnific.com/jcomp)
BACA 10 DETIK
  • Kementerian Pariwisata memperkuat pemasaran pariwisata berbasis pengalaman karena 52 persen Gen Z mencari pengalaman autentik.
  • Pemerintah mendorong wisata non-konvensional melalui lima minat khusus serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan MaiA.
  • Pendekatan baru ini bertujuan membuat wisatawan tinggal lebih lama dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Suara.com - Bagi wisatawan muda, perjalanan tidak selalu soal mengunjungi destinasi populer. Pengalaman yang autentik, personal, dan bisa dibagikan menjadi bagian penting dalam menentukan pilihan perjalanan.

Hal ini terlihat dari kajian Kementerian Pariwisata yang menunjukkan sekitar 52 persen wisatawan Gen Z melakukan perjalanan untuk mencari pengalaman. Temuan tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah memperkuat pemasaran pariwisata berbasis pengalaman.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini mengatakan, potensi wisata di berbagai daerah perlu dikemas menjadi pengalaman yang lebih menarik bagi wisatawan, khususnya generasi muda.

“Yang kita dorong adalah wisata yang non-konvensional, non-ordinary, supaya aktivitas pariwisata bisa tersebar lebih banyak,” ujar Ni Made dalam Indonesia Tourism & Mice Outlook 2027.

Menurutnya, kekayaan seni dan budaya daerah dapat dirangkai dengan berbagai aktivitas lain, seperti wisata wastra, bahari, gastronomi, hingga walking tour. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya datang ke satu destinasi, tetapi memiliki lebih banyak alasan untuk mengeksplorasi daerah di sekitarnya.

Pendekatan tersebut sejalan dengan arah pemasaran berbasis pengalaman yang diperkuat Kementerian Pariwisata. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan, wisatawan diharapkan tidak sekadar datang dan melihat suatu tempat, tetapi memperoleh pengalaman yang autentik dan bermakna.

“Bagaimana agar pengalaman tinggal dari wisatawan kita di Indonesia semakin berkualitas dan juga manfaat yang bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia,” ujar Ni Luh.

Artinya, keberhasilan pariwisata tidak hanya dilihat dari jumlah wisatawan yang datang. Pengalaman yang semakin beragam diharapkan membuat wisatawan tinggal lebih lama, mengunjungi lebih banyak tempat, serta menggunakan lebih banyak produk dan layanan lokal.

Pendekatan ini menjadi bagian dari program Go Beyond Ordinary. Kementerian Pariwisata juga mendorong lima wisata minat khusus melalui Program Pariwisata Berkualitas, yakni gastronomi, bahari, wellness, wastra, serta art & design tourism.

Dari Cari Destinasi hingga Cari Pengalaman

Perubahan cara wisatawan mencari pengalaman juga mulai didukung teknologi. Kementerian Pariwisata memanfaatkan MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia) yang tersedia di indonesia.travel sebagai AI Travel Assistant dalam konsep Tourism 5.0.

MaiA dirancang untuk mendampingi wisatawan dalam lima tahap perjalanan, mulai dari dreaming, planning, booking, experiencing, hingga sharing, dengan dukungan 19 bahasa asing.

Informasi yang tersedia pun tidak berhenti pada destinasi. Wisatawan dapat menemukan rekomendasi aktivitas, kuliner, akomodasi, acara, hingga berbagai produk wisata.

Pelaku industri pariwisata juga dapat memasukkan pengalaman yang mereka tawarkan ke dalam platform tersebut. Dengan demikian, pengalaman wisata yang sesuai dengan minat wisatawan dapat lebih mudah ditemukan.

“Ketika wisatawan mencari experiential tourism di Indonesia, MaiA akan memberikan rekomendasi,” kata Ni Made.

Misalnya, wisatawan yang datang ke Indonesia untuk menghadiri konferensi tidak harus berhenti pada agenda MICE. Mereka dapat melanjutkan perjalanan dengan mencoba kuliner lokal, mengikuti walking tour, menikmati aktivitas bahari, atau mengenal budaya daerah.

Bagi Gen Z yang menjadikan pengalaman sebagai salah satu alasan bepergian, pendekatan ini membuka pilihan perjalanan yang lebih luas. Destinasi tidak lagi sekadar tempat yang dikunjungi, tetapi menjadi pintu masuk untuk menemukan cerita, aktivitas, budaya, dan pengalaman baru di berbagai daerah Indonesia.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com