Seharian di Jogja Cuma Modal Rp100 Ribu, Bisa ke Mana Saja?

Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:19 WIB
Kawasan Tugu Jogja sebagai bagian dari sumbu filosofis. [SuaraJogja.id/Putu]
BACA 10 DETIK
  • Modal Rp100 ribu cukup untuk mengunjungi tempat wisata hemat di Jogja.
  • Trans Jogja memudahkan akses antar tempat wisata hemat di Jogja.
  • Destinasi mencakup Malioboro hingga tempat wisata hemat di Jogja lainnya.

Suara.com - Ada banyak destinasi wisata di Jogja yang menawarkan pengalaman tak terlupakan selama liburan. Namun dengan Rp100 ribu, bisa ke mana saja di Kota Pelajar ini?

Uang selembar seratus ribu rupiah saat ini tidaklah terasa, terutama kalau dipakai jajan tanpa rencana. Tahu-tahu sudah jadi uang kembalian receh, atau bahkan habis tak berbekas dalam hitungan jam.

Namun, di Yogyakarta, jika dikelola dengan tepat, selembar uang berwarna merah ini bukan cuma bertahan seharian, tapi bisa ditukar dengan pengalaman liburan yang seru.

Kenyang makan enak, tempat wisata estetik, hingga keliling kota naik transportasi yang nyaman.

Wisata-wisata yang bisa kamu kunjungi di bawah ini dapat dijangkau melalui transportasi umum dan berada di jalur aktif Trans Jogja.

Cukup menempelkan kartu atau membayar Rp3.600 kamu sudah bisa mengelilingi kota Jogja sepuasnya.

Kawasan Jl. Malioboro

Plang Malioboro yang sering jadi spot foto wisatawan, Selasa (28/7/2026). (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)

Destinasi pertama kamu dapat memulainya dengan berjalan-jalan santai di kawasan Malioboro. Kawasan Jalan Malioboro sangat mudah diakses menggunakan Bus Trans Jogja.

Sepanjang jalan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer dilengkapi dengan halte-halte utama, dan kawasan ini terhubung langsung dengan berbagai destinasi wisata menarik lainnya yang berada di rute koridor Trans Jogja.

Sepanjang area Teras Malioboro menyajikan ragam pilihan batik, souvenir, kerajinan tangan, hingga kuliner khas dengan harga yang bervariasi.

Tidak ada biaya tiket masuk untuk menikmati area ini. Kamu bebas bisa mengeksplor setiap sudutnya.

Museum Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg dilakukan revitalisasi dalam rangkaian peluncuran IHA di Yogyakarta, Kamis (16/5/2024). [Kontributor Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]

Museum Benteng Vredeburg adalah salah satu destinasi wisata sejarah paling populer dan sangat ramah kantong di Yogyakarta.

Berada tepat di ujung selatan Jalan Malioboro (area Titik Nol Kilometer), benteng peninggalan era kolonial Belanda ini telah dipugar dan difungsikan sebagai museum sejarah perjuangan nasional.

Dengan tarif tiket masuk yang murah (sekitar Rp10.000 - Rp15.000 per orang).

Dengan biaya tiket masuk yang masih relatif murah, kamu dapat melihat dan belajar mengenai berbagai koleksi benda bersejarah, foto, serta diorama interaktif yang menggambarkan perjuangan kemerdekaan Indonesia di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Lokasi Museum Benteng Vredeburg tidak jauh dari Kawasan Malioboro dan sangat mudah dijangkau dengan berjalan kaki, serta dekat dengan halte Trans Jogja. Museum ini bisa dimasukkan ke list kamu!

Museum Sonobudoyo

Dua pengunjung terlihat baru saja keluar dari Museum Sonobudoyo. (Suarajogja/Arendya)

Masih dengan belajar sejarah. Museum Sonobudoyo adalah museum sejarah dan kebudayaan Jawa terlengkap kedua di Indonesia setelah Museum Nasional Jakarta.

Berada sangat dekat dari Benteng Vredeburg dan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, museum ini menawarkan pengalaman edukasi budaya yang modern dan interaktif dengan harga tiket yang amat bersahabat bagi wisatawan hemat.

Menyimpan puluhan ribu koleksi bersejarah meliputi manuskrip kuno, senjata tradisional (keris), wayang, topeng, batik, hingga artefak era prasejarah dan Hindu-Buddha.

Tiket masuk museum sangat ramah kantong (sekitar Rp10.000 untuk dewasa domestik).

Taman Sari

Taman Sari Jogja (Dok. jbbudaya.jogjabelajar.org)

Taman Sari (Istana Air) adalah destinasi bekas taman kebun dan kompleks pemandian milik Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang dibangun pada era Sultan Hamengku Buwono I.

Lokasinya yang dekat dengan pusat kota menjadikannya pilihan favorit untuk wisata budaya, sejarah, sekaligus berburu foto ikonik.

Tiket masuk sangat ramah kantong (sekitar Rp15.000 untuk dewasa domestik) dan jam operasionalnya Pukul 09.00-15.00 WIB setiap hari. Akses ke Taman Sari dapat ditempuh menggunakan Trans Jogja.

Keraton

Keraton Yogyakarta jadi lokasi wisata budaya. (Instagram/@kratonjogja)

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat (Keraton Jogja) merupakan pusat kediaman resmi Sultan Yogyakarta beserta keluarganya sekaligus jantung kebudayaan Jawa yang masih hidup hingga saat ini.

Didirikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1755, kompleks istana ini menjadi salah satu destinasi wisata budaya paling utama dan wajib dikunjungi di Yogyakarta.

Setiap harinya (di jam-jam tertentu), area keben atau bangsal Keraton menyajikan pertunjukan budaya gratis untuk pengunjung, mulai dari seni tari klasik Jawa, musik gamelan, tari serimpi, hingga wayang kulit/golek.

Harga tiket masuknya sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp15.000 (Wisatawan Domestik), dengan jam operasional Selasa hingga Minggu pukul 09.00 – 15.00 WIB (Tutup setiap hari Senin).

Kontributor : Muhammad Ikhwan Nur Ariyansyah

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com