Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB
Wardah Skin Longevity Clinic. (Dok. Ist)
BACA 10 DETIK
  • Konsep skin longevity menekankan pentingnya menjaga kesehatan fungsi kulit jangka panjang melalui kombinasi skincare dan gaya hidup sehat.
  • Wardah Skin Longevity Clinic menyelenggarakan acara di Spac8 Ashta, Jakarta, pada 29 September hingga 6 Oktober 2026.
  • Pengunjung klinik dapat menganalisis enam aspek gaya hidup untuk mendapatkan penilaian Skin Longevity Score bersama para ahli.

Suara.com - Merawat kulit sering kali identik dengan memilih skincare yang tepat. Mulai dari cleanser, serum, moisturizer, sampai sunscreen, semuanya dipilih sesuai kebutuhan kulit.

Namun, kesehatan kulit ternyata tidak hanya ditentukan oleh apa yang dipakai dari luar. Kebiasaan sehari-hari seperti pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, tingkat stres, hingga paparan sinar ultraviolet dan polusi juga ikut menjadi bagian dari perjalanan kesehatan kulit.

Cara pandang inilah yang kini banyak dibicarakan melalui konsep skin longevity, yaitu upaya menjaga kesehatan dan fungsi kulit dalam jangka panjang, bukan hanya mengatasi masalah yang sudah muncul.

Sederhananya, kulit tidak hanya dinilai dari apakah hari ini terlihat glowing atau tidak. Lebih dari itu, bagaimana kondisi dan fungsi kulit tetap terjaga seiring bertambahnya usia juga menjadi perhatian.

Skin Longevity Dimulai dari Gaya Hidup

Ada alasan mengapa pembahasan skin longevity mulai dikaitkan dengan gaya hidup. Kondisi tubuh dan kulit saling berhubungan, sehingga kebiasaan yang dilakukan setiap hari dapat ikut memengaruhi kesehatan kulit.

Pola makan, misalnya, menjadi salah satu aspek yang diperhatikan melalui konsep gut-skin axis, yang membahas hubungan antara kondisi saluran pencernaan dan kesehatan kulit.

Begitu pula dengan tidur dan stres. Kurang tidur atau stres yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi bagian dari faktor yang perlu diperhatikan ketika seseorang ingin menjaga kesehatan tubuh dan kulit secara menyeluruh.

Aktivitas fisik juga masuk dalam pembahasan. Sementara dari lingkungan, paparan sinar UV dan polusi menjadi faktor eksternal yang perlu diantisipasi melalui perlindungan kulit yang tepat.

“Healthspan, yang menjadi bagian dari konsep longevity, adalah hidup panjang yang tetap berkualitas. Karena itu, penggunaan skincare dan perbaikan lifestyle yang baik perlu dilakukan bersamaan,” jelas dr. Yusri Dinuth, MM, ABAARM, Skin Longevity Expert.

Dengan pendekatan seperti ini, rutinitas merawat kulit tidak lagi berdiri sendiri. Skincare tetap menjadi bagian penting, tetapi dibarengi dengan kebiasaan yang mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Tidak Semua Orang Punya Kebutuhan Kulit yang Sama

Persoalan berikutnya adalah menentukan kebiasaan mana yang sebenarnya perlu diperbaiki.

Sebab, kebutuhan kulit setiap orang berbeda. Ada yang lebih banyak terpapar matahari karena aktivitas di luar ruangan, ada yang memiliki pola tidur berantakan, sementara yang lain mungkin perlu lebih memperhatikan pola makan atau pengelolaan stres.

Pendekatan personal kemudian menjadi penting. Alih-alih memberikan rutinitas yang sama untuk semua orang, kondisi kulit dan gaya hidup dapat dilihat secara bersamaan untuk menentukan prioritas.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com