Dokter Sarankan Tetap Pakai Sunscreen Meski di Dalam Ruangan, Ini Alasannya

Senin, 05 Oktober 2026 | 12:45 WIB
Ilustrasi sunscreen. (Pexels/Monstera Production)
BACA 10 DETIK
  • Pakar mikrobiologi dr. Ayman Alatas menyatakan kulit tetap memerlukan perlindungan tabir surya di dalam ruangan pada Sabtu, 3/10/2026.
  • Cahaya matahari dan sinar UVA masih dapat menembus kaca bangunan perkantoran sehingga mampu memicu penuaan dini pada kulit.
  • Indikator sederhana keberadaan sinar UVA di ruangan adalah kondisi ruangan yang masih tampak terang tanpa menyalakan lampu pada siang hari.

Suara.com - Sunscreen kerap dianggap hanya perlu dipakai saat beraktivitas di luar ruangan. Padahal, dokter ingatkan kulit perlu dapat perlindungan dari cahaya matahari dan layar meski di dalam ruangan.

Konten kreator sekaligus dokter spesialis mikrobiologi klinik dr. Ayman Alatas, Sp.M.K mengatakan cahaya matahari masih bisa masuk ke dalam ruangan, terutama melalui jendela atau permukaan kaca.

"Jadi banyak yang mengira bahwa pakai sunscreen cuma di luar ruangan," kata dr. Ayman saat memperkenalkan Wardah PDRN Sunscreen Barrier Longevity Physical Sun Ampoule SPF 50+ PA++++ di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).

"Padahal aku tuh selalu bilang, lampu kita namanya visible light, belum lagi panas kan, thermal juga mempengaruhi kulit," imbuhnya.

Lebih lanjut, dr. Ayman menambahkan bahwa salah satu patokan sederhana untuk mengetahui seseorang masih mendapatkan paparan cahaya matahari dari luar adalah dengan melihat kondisi ruangan pada siang atau pagi hari.

dr. Ayman Alatas, Sp.M.K saat memperkenalkan Wardah PDRN Sunscreen Barrier Longevity Physical Sun Ampoule SPF 50+ PA++++ di Jakarta, Sabtu (3/10/2026). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

"Pokoknya aku suka patokannya, misalkan kalian di dalam ruangan, habis itu dimatiin lampunya dan gelap bulitan, berarti nggak ada sinar matahari yang masuk, berarti kalian boleh nggak pakai sunscreen," tambah dr. Ayman.

Namun, kondisi tersebut berbeda ketika seseorang masih dapat melihat dengan jelas di dalam ruangan pada pagi atau siang hari.

"Tapi selama kalian masih bisa melihat di siang atau pagi hari, berarti ada sinar matahari yang masuk. Berarti UVA tetap ada gitu," lanjut sambungnya.

Pakar yang juga dokter spesialis mata itu menilai kondisi tersebut penting diperhatikan terutama bagi orang yang sehari-hari beraktivitas di dalam gedung dengan banyak permukaan kaca.

Menurut dr. Ayman, meski sebagian jenis sinar ultraviolet dapat terhalang oleh kaca, paparan UVA masih perlu menjadi perhatian.

"Sehingga sunscreen tetap perlu dipakai walaupun di dalam ruangan, apalagi di perkantoran atau lainnya di sekolah. Kan banyak kaca-kaca, mungkin UVB nggak masuk tapi UVA itu masih masuk," paparnya.

Paparan UVA, kata dr.Ayman dapat berkaitan dengan munculnya perubahan pada kulit, termasuk garis-garis halus atau fine line dan tanda-tanda penuaan.

"Nah, UVA ini yang bisa akhirnya nanti pengaruh ke fine line, tanda-tanda penuaan dan lainnya," tutur Ayman.

Selain penggunaan sunscreen, dr. Ayman juga mengingatkan pentingnya memperhatikan paparan cahaya sejak seseorang mulai beraktivitas pada pagi hari. Hal tersebut ia sebut sebagai wake-up light.

"Dan jangan lupa wake-up light, ini yang banyak suka lupa," pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com