Marimekko Hadir di Indonesia, Bawa Dunia Penuh Warna dan Motif yang Bebas Dipersonalisasi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:22 WIB
Marimekko Hadir di Indonesia, Bawa Dunia Penuh Warna dan Motif yang Bebas Dipersonalisasi (Dok. Istimewa)
BACA 10 DETIK
  • Rumah desain asal Finlandia, Marimekko, resmi membuka shop-in-shop pertamanya di Indonesia bersama MAP Group pada 29 September 2026.
  • Lokasi pembukaan tersebut bertempat di empat pusat perbelanjaan, yaitu SEIBU Grand Indonesia serta SOGO di Plaza Senayan, Pondok Indah Mall 2, dan Bali Collection.
  • Ekspansi internasional ini bertujuan untuk memperkenalkan estetika khas Marimekko sekaligus menjalin pertukaran ide dengan tradisi seni kerajinan lokal Indonesia.

Suara.com - Ada sesuatu yang membuat motif Marimekko mudah dikenali bahkan tanpa melihat logonya. Permainan warna yang berani, bentuk-bentuk sederhana, hingga motif bunga yang ikonik membuat desain rumah mode asal Finlandia ini memiliki karakter visual yang kuat.

Namun, kekuatan Marimekko bukan hanya soal motif yang mencolok. Selama lebih dari tujuh dekade, rumah desain yang berdiri sejak 1951 ini menjadikan printmaking sebagai bagian penting dari identitasnya.

Motif diterjemahkan bukan sekadar sebagai ornamen, tetapi menjadi cara untuk membawa warna, keceriaan, dan ekspresi personal ke dalam keseharian.

Kini, dunia Marimekko semakin dekat dengan pencinta fashion dan desain di Indonesia. Bersama MAP Group, Marimekko resmi membuka shop-in-shop pertamanya di Indonesia pada 29 September 2026.

Kehadirannya dapat ditemukan di empat destinasi belanja, yakni SEIBU Grand Indonesia, SOGO Plaza Senayan, SOGO Pondok Indah Mall 2, dan SOGO Bali Collection.

Marimekko Hadir di Indonesia, Bawa Dunia Penuh Warna dan Motif yang Bebas Dipersonalisasi (Dok. Istimewa)

President dan CEO Marimekko, Tiina Alahuhta-Kasko, menyambut antusias kehadiran brand tersebut di Indonesia. Menurutnya, ekspansi ini bukan semata-mata tentang memperluas pasar, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan estetika khas Finlandia dengan kekayaan budaya lokal.

"Kami sangat senang melihat begitu banyak orang hadir untuk mengeksplorasi dunia Marimekko yang penuh warna dan keceriaan," ujar Tiina saat peluncuran Marimekko di Pondok Indah Mall 2, Jakarta Selatan, Selasa (29/9/2026).

Ia melihat Indonesia memiliki tradisi panjang dalam seni, tekstil, dan craft yang dapat menjadi ruang pertemuan menarik bagi kedua budaya.

"Kami sangat antusias bahwa hari ini kami bermitra dengan MAP Group untuk membawa brand yang indah ini ke Indonesia. Kami tidak sabar melihat bagaimana motif dan warna Marimekko mulai menyebar di Indonesia," lanjutnya.

Dari Unikko hingga Gaya Personal

Bicara tentang Marimekko tentu tidak bisa dilepaskan dari Unikko. Motif bunga poppy yang diperkenalkan pada 1964 tersebut menjadi salah satu simbol visual paling ikonik dari Marimekko.

Unikko kemudian hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari pakaian, tas dan aksesori hingga produk home décor. Meski memiliki karakter yang kuat, motif Marimekko tidak harus selalu menjadi pusat perhatian dalam sebuah penampilan.

Justru di situlah daya tariknya. Motif yang berani dapat dipadukan dengan warna maupun siluet yang lebih sederhana sehingga tetap terasa personal dan mudah dikenakan sesuai karakter masing-masing.

"Apa yang membuat Marimekko menarik adalah kombinasi identitas desain yang sangat kuat dengan kebebasan untuk membuatnya personal. Marimekko tidak pernah menentukan siapa yang harus memakainya atau bagaimana cara memakainya," ujar Managing Director SOGO Department Stores, Handaka Santosa.

Pandangan tersebut sejalan dengan karakter Marimekko yang sejak awal menjadikan desain sebagai bentuk ekspresi yang bebas. Setiap orang dapat menerjemahkan motif yang sama dengan cara berbeda.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com