Bukan Cuma Pantai! Ini 3 Aktivitas Seru di Tanjung Lesung, Ada Skydiving hingga Konservasi Penyu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:40 WIB
Tanjung Lesung dari Udara. (Dok. KEK Tanjung Lesung)
BACA 10 DETIK
  • PT Banten West Java bekerja sama dengan PT Bro Skydive Indonesia mengembangkan wisata skydiving di Tanjung Lesung.
  • Fasilitas terjun payung di atas lahan seluas sembilan hektare tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2026.
  • Wisatawan juga dapat menikmati beragam pilihan aktivitas lain seperti olahraga air, konservasi penyu, serta wisata budaya.

Suara.com - Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten, selama ini dikenal dengan wisata pantai dan beragam aktivitas baharinya. Namun, pilihan kegiatan di kawasan ini tidak hanya berkaitan dengan laut. Wisatawan juga bisa menjajal pengalaman berbasis alam, mengenal konservasi satwa, hingga menjelajahi pulau-pulau di sekitarnya.

Dalam waktu dekat, pilihan aktivitas tersebut berpotensi bertambah dengan rencana pengembangan wisata skydiving atau terjun payung. PT Banten West Java (BWJ), pengelola dan pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung, telah menjalin kerja sama dengan PT Bro Skydive Indonesia untuk mengembangkan kegiatan tersebut.

Lantas, apa saja aktivitas yang bisa menjadi pilihan saat berkunjung ke Tanjung Lesung? Berikut lima di antaranya.

1. Mencoba skydiving

Ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2026, wisatawan yang mencari pengalaman berbeda mungkin bisa memasukkan skydiving ke dalam daftar aktivitas yang ingin dicoba di Tanjung Lesung. Berbeda dari olahraga air yang dilakukan di laut, kegiatan ini menawarkan pengalaman terjun dari udara dengan pemandangan kawasan pesisir.

Namun, wisata skydiving di Tanjung Lesung masih dalam tahap pengembangan. Dalam siaran pers tertanggal 1 Oktober 2026, PT Bro Skydive Indonesia menargetkan fasilitasnya dapat mulai beroperasi pada minggu kedua Desember 2026, menjelang libur akhir tahun.

Melalui kerja sama tersebut, BWJ akan menyediakan lahan sekitar 9 hektare. Sementara itu, Bro Skydive Indonesia bertanggung jawab atas pembangunan infrastruktur dan penyediaan fasilitas untuk mendukung kegiatan skydiving, sport aviation, dan aviation tourism.

Fanny Kusuma Dewi, Direktur Utama PT Bro Skydive Indonesia, menyampaikan optimismenya terhadap rencana tersebut. Fanny juga menilai fasilitas dan aktivitas wisata yang tersedia di sekitar kawasan dapat mendukung pengembangan pengalaman skydiving.

“Jadi, begitu selesai terjun, bisa coba aktivitas wisata jetski, mancing, snorkeling, atau jelajah pulau (island hopping). Bisa kita buat jual paket,” urai Fanny.

Sementara itu, Poernomo Siswoprasetijo, Direktur Utama BWJ, berharap kerja sama tersebut dapat segera terealisasi.

“Semoga perjanjian (kerja sama) hari ini bisa menjadi langkah ke depan yang baik. Sehingga semua yang telah direncanakan untuk pengembangan skydiving di Tanjung Lesung bisa cepat terwujud,” kata Poernomo Siswoprasetijo, dalam sambutannya.

Kunto Wijoyo, Direktur Operasional BWJ sekaligus Kepala Bandara Salakanagara Tanjung Lesung, turut menjelaskan kebutuhan infrastruktur yang perlu disiapkan.

“Pekerjaan utama ialah membuat landing zone sembilan hektare, kemudian perpanjangan apron (tempat parkir pesawat), taxiway (landasan yang menghubungkan antara runway dengan fasilitas Bandara) di mana runway (landasan pacu) akan diperpanjang 200 meter agar lebih safety pendaratannya, nanti ada bangunan di dalam hanggar sebagai kantor Bro Skydive,” kata Kunto Wijoyo.

Dengan demikian, skydiving bisa menjadi tambahan pilihan wisata di Tanjung Lesung apabila pengembangan fasilitas dan operasionalnya berjalan sesuai target. Untuk saat ini, wisatawan masih perlu menunggu pengumuman resmi mengenai pembukaan dan ketersediaan aktivitas tersebut.

2. Menjelajahi olahraga air di Pantai Lalassa

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com