19 Juta Ton Sampah Cemari Laut Indonesia Setiap Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 11:00 WIB
Nelayan menambatkan perahunya di sekitar pantai yang tercemar sampah di pantai Dadap, Juntinyuat, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (3/11/2026). [ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro/agr]
Foto udara tumpukan sampah mencemari pantai Dadap, Juntinyuat, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (3/11/2026). [ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro/agr]
Foto udara tumpukan sampah mencemari pantai Dadap, Juntinyuat, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (3/11/2026). [ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro/agr]

Suara.com - Nelayan menambatkan perahunya di sekitar pantai yang tercemar sampah di pantai Dadap, Juntinyuat, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (3/11/2026). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat sedikitnya 19 juta ton sampah mencemari laut Indonesia setiap tahun.

Sampah yang mencemari laut sebagian besar berasal dari aktivitas di daratan, seperti limbah rumah tangga dan sampah plastik yang terbawa aliran sungai hingga bermuara ke laut. Berdasarkan studi UNEP, sekitar 80 persen sampah laut berasal dari daratan.

Pencemaran tersebut mengancam kelestarian ekosistem pesisir, termasuk terumbu karang, hutan mangrove, dan habitat biota laut. Kondisi ini juga berpotensi mengganggu produktivitas perikanan serta mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada hasil laut.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, KKP melalui program Laut Sehat Bebas Sampah (Laut Sebasah) menargetkan pengurangan sampah yang masuk ke laut secara bertahap, mulai 10 persen pada 2026 hingga 50 persen pada 2029. [ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro/agr]

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com