- Berdasarkan Asia Pacific Wellness Culture Survey 2026 oleh Herbalife Indonesia, 72 persen Gen Z dan 79 persen Milenial Indonesia meningkatkan aktivitas kebugaran.
- Generasi muda Indonesia kini memprioritaskan peningkatan kualitas tidur, perbaikan nutrisi, serta pengelolaan stres dan kesehatan mental secara menyeluruh.
- Media sosial dan komunitas turut memberikan pengaruh positif serta membantu generasi muda mempertahankan kebiasaan hidup sehat secara konsisten.
Temuan tersebut memperlihatkan adanya perbedaan perhatian dengan generasi yang lebih tua seperti Gen X dan Baby Boomers yang masih lebih banyak berfokus pada kesehatan fisik.
Media Sosial dan Komunitas Ikut Membentuk Kebiasaan Sehat
Perjalanan menuju kesejahteraan bagi generasi muda juga tidak terlepas dari lingkungan sosial dan digital. Media sosial menjadi salah satu ruang yang memengaruhi cara Gen Z menjalani kebiasaan sehat.
Dalam 12 bulan terakhir, 64 persen Gen Z di Indonesia menilai media sosial memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan fisik mereka. Sementara itu, 54 persen merasakan pengaruh positif terhadap kesehatan mental.
Lingkaran pertemanan juga memiliki peran besar. Sebanyak 68 persen Gen Z menyebut pertemanan membantu mereka dalam membangun dan mempertahankan kebiasaan yang lebih sehat. Komunitas daring turut berperan bagi 43 persen responden.
Pola serupa terlihat pada Milenial. Media sosial dinilai memberikan pengaruh terhadap kesehatan fisik oleh 62 persen responden, kesehatan emosional 57 persen, dan kesehatan mental 55 persen.
Menurut Oktrianto, perkembangan komunitas kesehatan membuat kebiasaan sehat semakin mudah dilakukan secara konsisten.
“Di Indonesia, hal ini tercermin dari semakin populernya berbagai aktivitas seperti event lari, lapangan padel, dan pusat kebugaran yang mempertemukan masyarakat dengan aspirasi dan pengalaman kesehatan yang sama,” katanya.
Ia menambahkan, kelompok olahraga, komunitas kebugaran, hingga jaringan digital dapat membantu seseorang mengubah niat menjadi kebiasaan yang lebih berkelanjutan.
“Baik melalui kelompok olahraga, komunitas kebugaran, maupun jaringan digital, koneksi tersebut membantu mengubah niat untuk hidup sehat menjadi kebiasaan yang berkelanjutan, sekaligus menjadikan kesejahteraan sebagai bagian yang semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Oktrianto.