- Buttonscarves memperluas pasar internasional ke Turkiye melalui platform digital sejak awal tahun 2026.
- Brand tersebut berpartisipasi dalam Trendyol Influencer Fest dan menggelar acara eksklusif Sofra in Istanbul.
- Kegiatan tersebut bertujuan membangun hubungan dengan komunitas kreatif serta memperkenalkan Istanbul Series secara langsung.
“Memasuki market baru bukan hanya tentang memperkenalkan sebuah brand, tetapi juga tentang memahami masyarakat, budaya, dan komunitas kreatif di dalamnya,” ujar Mifthahul.
Menurutnya, Buttonscarves ingin memperkenalkan identitasnya melalui perspektif fashion dan bahasa visual, sekaligus membangun hubungan yang relevan dengan masyarakat Turkiye.
Sementara itu, CEO Modinity Group Linda Anggrea melihat hubungan dengan Turkiye bukan sesuatu yang baru. Buttonscarves sebelumnya telah hadir dalam Istanbul Modest Fashion Week sekitar tiga tahun lalu.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses memahami karakter pasar sekaligus membangun relasi dengan komunitas lokal.
“Turkiye bukan sekadar market baru bagi kami. Istanbul adalah kota yang mempertemukan berbagai dunia, Timur dan Barat, warisan budaya dan modernitas, budaya dan perdagangan,” kata Linda.
Ia melihat adanya sejumlah kesamaan antara masyarakat Indonesia dan Turkiye, mulai dari kecintaan terhadap keluarga, keramahan, keyakinan, hingga ketertarikan terhadap fashion.
Karena itu, perjalanan Buttonscarves di Turkiye diarahkan bukan hanya untuk membawa produk Indonesia ke luar negeri.
Ada upaya untuk membangun pertukaran kreatif dua arah, termasuk membuka kemungkinan agar talenta dan kreativitas Turkiye dapat dikenal lebih luas di Asia Tenggara.
Dengan kombinasi kehadiran digital, koleksi yang mengambil inspirasi dari Istanbul, serta pertemuan langsung dengan komunitas lokal, langkah Buttonscarves di Türkiye menunjukkan bagaimana ekspansi fashion dapat dibangun melalui hubungan budaya dan kreativitas, bukan sekadar memperluas penjualan.