Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:51 WIB
Ilustrasi fashion kustom. (Dok. Ist)
BACA 10 DETIK
  • Pameran ALLPrint Indonesia 2026 diselenggarakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 7 hingga 10 Oktober 2026.
  • Acara tersebut diikuti oleh sekitar 400 peserta dari lebih dari 10 negara termasuk Indonesia.
  • Kegiatan itu menampilkan berbagai teknologi cetak modern guna meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas pelaku usaha.

Perubahan kebutuhan konsumen turut membuat industri percetakan harus semakin fleksibel. Produk yang dibuat dalam jumlah besar tetap memiliki pasar, tetapi kebutuhan terhadap desain dan produksi yang lebih spesifik juga terus berkembang.

Karena itu, pelaku usaha kini memiliki lebih banyak pilihan teknologi yang dapat disesuaikan dengan skala dan kebutuhan produksinya.

ALLPrint Indonesia 2026. ( dok. Ist)

Dalam ALLPrint Indonesia 2026, misalnya, pengunjung dapat melihat langsung berbagai mesin, peralatan, bahan, dan solusi digital yang digunakan untuk kebutuhan percetakan hingga packaging.

Bagi pelaku usaha, melihat teknologi secara langsung dapat membantu mereka membandingkan pilihan sebelum menentukan perangkat yang akan digunakan. Mereka juga dapat berdiskusi dengan tenaga ahli mengenai kebutuhan produksi masing-masing.

Perkembangan teknologi tersebut kemudian tidak hanya membuka peluang bagi perusahaan percetakan besar. UMKM juga ikut mendapat ruang untuk melihat kemungkinan pengembangan usaha melalui teknologi yang lebih fleksibel.

Percetakan Bertemu Industri Kreatif

Menariknya, perkembangan dunia percetakan juga semakin dekat dengan industri kreatif. Selain teknologi produksi, sejumlah pembahasan dalam ALLPrint Indonesia 2026 menyentuh sisi kreativitas, bisnis, dan tren baru.

Ada pembahasan mengenai peluang bisnis baru bagi pengusaha percetakan, perkembangan flexo printing, hingga tema kreatif seperti “Jadi ZINE!” dan Creative Lino Stamp Workshop.

Sementara itu, sektor packaging juga menjadi perhatian melalui pembahasan mengenai food safety packaging, proofing, hingga sertifikasi halal dan kemasan.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa percetakan kini berada di persimpangan banyak industri. Teknologi yang sama dapat digunakan untuk kebutuhan bisnis, kemasan produk, tekstil, promosi, maupun karya kreatif.

Di sisi bisnis, ALLPrint Indonesia 2026 juga menghadirkan Business Matching dan Hosted Buyer untuk mempertemukan exhibitor dengan calon buyer serta pelaku industri yang memiliki kebutuhan dan peluang kerja sama.

Pada akhirnya, perkembangan industri percetakan bukan hanya soal mesin yang semakin canggih. Di balik kemasan yang menarik, kaus dengan desain unik, label produk, hingga berbagai materi kreatif yang kita temui sehari-hari, ada teknologi yang terus berkembang mengikuti cara orang memproduksi, berjualan, dan berkreasi.

Dengan kebutuhan yang semakin beragam, dunia percetakan pun perlahan bergerak dari sekadar urusan “mencetak” menjadi bagian dari gaya hidup, bisnis, dan industri kreatif yang semakin dekat dengan keseharian.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com