5 Cara Mengepel Lantai agar Tidak Bau Amis, Auto Bersih dan Wangi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:16 WIB
Ilustrasi mengepel lantai. (Magnific)
BACA 10 DETIK
  • Sapu lantai hingga bersih dan gunakan air segar secara berkala untuk menghindari timbulnya aroma amis saat mengepel.
  • Gunakan sabun pembersih lantai berformula antibakteri agar kuman penyebab bau tidak sedap dapat dibasmi secara efektif.
  • Cuci serta jemur kain pel hingga kering dan buka sirkulasi udara ruangan agar lantai cepat kering sempurna.

Suara.com - Pernahkah kamu selesai mengepel lantai dengan harapan rumah jadi wangi dan bersih, tapi malah tercium bau amis yang mengganggu? Niat hati ingin ruangan terasa nyaman, eh justru bikin bersin dan tidak betah.

Masalah bau amis setelah mengepel sebenarnya sangat umum terjadi. Bau ini biasanya disebabkan oleh sisa kotoran yang belum tersapu sempurna, kain pel yang kotor, hingga pemilihan cairan pembersih yang kurang tepat.

Nah, agar rumah bebas dari aroma tak sedap, yuk simak 5 cara ampuh mengepel lantai agar tidak bau amis berikut ini!

1. Sapu dan Bersihkan Sisa Kotoran Terlebih Dahulu

Langkah pertama yang sering kali terabaikan adalah memastikan lantai benar-benar bebas kotoran sebelum kain pel basah menyentuh permukaan keramik.

Sisa kotoran hewan peliharaan, tumpahan makanan, atau debu yang tebal bisa bercampur dengan air pel dan memicu aroma amis.

Gunakan sapu atau vacuum cleaner hingga ke sudut-sudut ruangan agar tidak ada residu organik yang tertinggal dan ikut tersapu air pel.

2. Selalu Gunakan Air Bersih dan Ganti secara Berkala

Mengepel seluruh rumah hanya dengan satu ember air yang sama adalah kesalahan besar. Air pel yang sudah keruh justru menjadi wadah penumpukan kuman dan bakteri dari ruangan sebelumnya.

Gunakan air yang bersih dan segar. Jika kamu memilki rumah yang cukup luas, ganti air di dalam ember secara berkala setelah mengepel satu atau dua ruangan. Air yang bersih akan menjaga keharuman cairan pembersih tetap maksimal.

3. Pilih Sabun Pembersih Lantai yang Tepat

Tak semua sabun pembersih memiliki formula yang ampuh menetralkan bau. Pilihlah cairan pembersih lantai yang mengandung formula anti-bakteri dan aroma segar yang tahan lama.

Menggunakan pembersih berkandungan anti-bakteri tidak hanya membunuh kuman penyebab penyakit, tetapi juga efektif membasmi mikroorganisme penyebab bau amis pada lantai.

4. Cuci dan Keringkan Kain Pel Secara Teratur

Bisa jadi sumber bau amis tersebut bukan berasal dari lantaimu, melainkan dari kain pel itu sendiri! Kain pel yang disimpan dalam keadaan lembap menjadi sarang favorit bagi jamur dan bakteri untuk berkembang biak.

Setelah selesai digunakan, selalu cuci kain pel dengan detergen hingga bersih, peras kuat-kuat, lalu jemur di bawah terik matahari hingga benar-benar kering sebelum disimpan kembali.

5. Pastikan Sirkulasi Udara Baik dan Lantai Cepat Kering

Proses pengeringan yang lambat pada ruangan tertutup juga berpotensi memicu bau apek dan amis pada lantai. Saat mengepel, bukalah jendela dan pintu lebar-lebar agar terjadi pertukaran udara segar (sirkulasi).

Kamu juga bisa menyalakan kipas angin untuk mempercepat proses pengeringan lantai. Lantai yang cepat kering akan menutup celah bagi bakteri untuk berkembang biak dan menimbulkan bau.

Menjaga lantai rumah tetap harum dan bebas bau amis sebenarnya tidak sulit. Praktikkan kelima langkah di atas secara rutin agar suasana rumah selalu terasa bersih, wangi, dan nyaman untuk seluruh anggota keluarga!

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com