-
Kebiasaan posisi tidur miring memicu orang dewasa tidur ngiler.
-
Hidung tersumbat dan GERD menyebabkan orang dewasa tidur ngiler.
-
Waspadai sleep apnea jika orang dewasa tidur ngiler terus-menerus.
Jangan sepelekan ngiler jika disertai dengan mendengkur keras atau sering terbangun di malam hari.
Hal itu bisa jadi gejala sleep apnea atau gangguan tidur di mana napas sempat berhenti beberapa kali.
Kondisi ini memaksa penderitanya bernapas lewat mulut, sehingga terjadilah ngiler, sering sakit kepala saat bangun, dan badan terasa lemas keesokan harinya.
5. Kebiasaan Menggertakkan Gigi atau Bruxism
Kebiasaan menggesekkan atau menggertakkan gigi saat tidur disebut bruxism yang sering membuat mulut sedikit terbuka, sehingga jalan bagi air liur untuk keluar menjadi terbuka lebar.
Bruxism sendiri biasanya dipicu oleh stres, dehidrasi, atau asam lambung.
6. Efek Samping Obat-obatan Tertentu
Tanpa disadari, obat yang sedang Anda konsumsi bisa jadi dalang di balik bantal basah.
Beberapa jenis obat, seperti obat antipsikotik, obat Alzheimer, hingga antibiotik tertentu, dilaporkan dapat memicu produksi air liur berlebih di dalam mulut.
7. Faktor Kesehatan Lainnya
Selain hal-hal di atas, ngiler juga bisa dipicu oleh faktor makanan tinggi asam atau gula, masalah pada gigi seperti gigi berlubang atau radang gusi, hingga kondisi neurologis tertentu seperti stroke, penyakit Parkinson, atau cerebral palsy yang memengaruhi kontrol otot mulut dan menelan.
Jika Anda cuma ngiler sesekali saat posisi tidurmu salah atau sedang flu, itu adalah hal yang normal.
Namun, jika ngiler terjadi terus-menerus dan disertai gejala mengganggu lainnya, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter guna memastikan kondisi kesehatan Anda.