Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB
Ilustrasi essential oil Indonesia. (Dok. Ist)
BACA 10 DETIK
  • Sadewi Essential memperkenalkan essential oil berbahan alam Indonesia di ajang Beautyworld Dubai pada tanggal 6 hingga 8 Oktober.
  • Ekonomi wellness Uni Emirat Arab mencapai US$40,8 miliar pada tahun 2024 dengan pertumbuhan rata-rata 14,3 persen setiap tahunnya.
  • Langkah ini bertujuan memahami konsumen Timur Tengah sekaligus memperluas pasar produk kecantikan Indonesia ke kancah global.

Suara.com - Pasar kecantikan global semakin memberi ruang bagi produk berbahan alami, termasuk fragrance dan wellness yang mengandalkan kekayaan bahan dari berbagai negara. Tren ini ikut membuka peluang bagi produk asal Indonesia untuk memperkenalkan karakter bahan alam lokal ke pasar internasional.

Salah satu yang mencoba mengambil peluang tersebut adalah Sadewi Essential. Brand beauty dan wellness lokal ini membawa produk berbasis essential oil dan bahan alami Indonesia ke Beautyworld Dubai 2026 yang berlangsung pada 6–8 Oktober di Dubai World Trade Centre, Dubai.

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan pendekatan beauty, fragrance, dan wellness yang terinspirasi dari kekayaan alam Indonesia kepada konsumen serta pelaku industri di kawasan Middle East.

Potensi pasar kawasan tersebut cukup besar. Data Global Wellness Institute menunjukkan, ekonomi wellness Uni Emirat Arab mencapai US$40,8 miliar pada 2024. Angka itu tumbuh rata-rata 14,3 persen per tahun sepanjang 2019–2024. Sementara sektor personal care dan beauty tercatat mencapai US$14,8 miliar pada tahun yang sama.

“Middle East bukan hanya pasar dengan potensi besar, tetapi juga market yang sangat menghargai kualitas, fragrance, wellness, dan pengalaman. Karena itu, kami ingin membawa sesuatu yang memang menjadi kekuatan Indonesia, yaitu kekayaan essential oil dan bahan alami yang kami olah dengan pendekatan modern,” ujar COO Sadewi Essential Dini Sagita.

Mengolah Bahan Alam Indonesia Menjadi Fragrance

Essential oil menjadi salah satu elemen yang digunakan Sadewi dalam mengembangkan produk fragrance dan wellness. Bahan-bahan alami Indonesia dipadukan dengan pendekatan fragrance modern untuk menghasilkan produk yang tetap membawa karakter bahan asalnya.

Salah satunya terlihat pada koleksi Sapta Dewi, yang terdiri dari tujuh fragrance dengan inspirasi karakter dan filosofi perempuan dalam budaya Nusantara. Dalam proses pengembangannya, Sadewi juga berkolaborasi dengan Givaudan dan fragrance experts.

Bagi Sadewi, penggunaan bahan alami tidak hanya berkaitan dengan aroma. Konsep tersebut kemudian dikembangkan ke berbagai produk yang mendukung ritual perawatan diri, mulai dari fragrance dan body care hingga home fragrance serta specialty care.

“Kami tidak ingin membawa produk Indonesia ke luar negeri hanya karena Indonesia memiliki bahan alami yang melimpah. Yang ingin kami bawa adalah bagaimana kekayaan tersebut bisa diterjemahkan menjadi produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen modern, memiliki kualitas yang baik, dan tetap mempunyai cerita yang kuat tentang dari mana bahan itu berasal,” kata Dini.

Fragrance Jadi Salah Satu Sorotan di Beautyworld Dubai

Pilihan untuk hadir di Beautyworld Dubai juga sejalan dengan perkembangan kategori fragrance di pasar kecantikan global. Pada penyelenggaraan tahun ini, area fragrance di pameran tersebut mencakup lebih dari 19.000 meter persegi dengan lebih dari 220 exhibitor.

Beautyworld Dubai juga menghadirkan Natural Notes, area yang mempertemukan produsen bahan alami seperti patchouli, sandalwood, citrus, floral, dan spices dengan buyers, perfumers, serta fragrance houses dari berbagai negara.

Bagi brand berbasis bahan alam, forum seperti ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana bahan-bahan tersebut dikembangkan dan diterima dalam industri fragrance internasional.

Di sisi lain, Sadewi tengah mengembangkan konsep “Skinfication Meets Luxury Fragrance”, yang menggabungkan pengalaman menggunakan fragrance dengan pendekatan skin and body care. Produk yang dikembangkan mencakup fragrance, body care, home fragrance, hygiene hingga specialty care.

Kehadiran di Dubai pun tidak semata dipandang sebagai kesempatan menjual produk. Sadewi juga ingin memahami karakter konsumen Middle East sekaligus membuka peluang kerja sama dengan calon mitra di kawasan tersebut.

“Kami melihat ini sebagai langkah awal. Kami ingin belajar lebih jauh mengenai karakter konsumen Middle East, membangun koneksi dengan potential partners dan melihat bagaimana kekuatan essential oil Indonesia dapat diterima di market yang memiliki kultur fragrance yang sangat kuat,” ujar Dini.

Bagi Indonesia, geliat tersebut menunjukkan bahwa kekayaan bahan alam tidak harus berhenti sebagai komoditas. Dengan pengembangan produk, teknologi, dan storytelling yang tepat, bahan seperti essential oil juga dapat menjadi bagian dari industri beauty dan fragrance global.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com