8 Weton yang Paling Ditakuti Karena Ucapan Sering Jadi Kenyataan

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:10 WIB
ilustrasi weton (Suara.com/Ruth Meliana)
BACA 10 DETIK
  • Budaya Jawa meyakini delapan weton tertentu memiliki energi batin khusus yang membuat ucapannya mudah menjadi kenyataan.
  • Ucapan baik maupun amarah dari pemilik weton seperti Jumat Kliwon atau Selasa Wage berdampak nyata bagi lingkungan.
  • Pemilik weton wajib menjaga lisan dan menahan diri saat marah agar tidak membawa dampak buruk bagi sesama.

Suara.com - Dalam budaya Jawa, weton bukan sekadar penanda hari lahir. Kombinasi hari dan pasaran diyakini membawa energi khusus yang memengaruhi karakter, rezeki, hingga kekuatan spiritual seseorang.

Salah satu aspek yang paling sering dibicarakan adalah kekuatan ucapan. Ada keyakinan kuat bahwa kata-kata yang keluar dari mulut orang tertentu bisa menjadi kenyataan, baik berupa doa, harapan, maupun peringatan.

Banyak orang tua zaman dulu selalu mengingatkan anak-anaknya agar berhati-hati saat berbicara dengan orang yang memiliki weton tertentu. Bukan karena mereka jahat, melainkan karena lisannya dianggap “bertuah”. Apa yang diucapkan, meskipun tanpa niat buruk, sering kali benar-benar terjadi. Inilah yang membuat beberapa weton disegani sekaligus ditakuti.

Fenomena ini dikenal dengan berbagai sebutan, mulai dari “lidah sakti”, “sabda dadi”, hingga “pahit lidah”. Ucapan positif bisa mendatangkan keberkahan, sementara kata-kata yang keluar saat marah atau emosi diyakini bisa membawa dampak yang tidak diinginkan. Karena itu, menjaga lisan menjadi kewajiban bagi pemilik weton-weton tersebut.

Artikel ini membahas beberapa weton yang paling sering dikaitkan dengan kekuatan ucapan menurut berbagai tafsir primbon dan cerita turun-temurun. Simak daftarnya berikut ini.

1. Jumat Kliwon

Jumat Kliwon hampir selalu menempati posisi teratas. Kombinasi hari Jumat yang penuh berkah dengan pasaran Kliwon yang sarat unsur mistis menciptakan energi batin yang sangat kuat. Orang yang lahir pada weton ini sering memiliki aura tenang namun berwibawa.

Ucapan mereka diyakini seperti doa yang langsung “didengar” semesta. Baik saat mendoakan seseorang maupun saat mengeluarkan kata-kata dalam keadaan emosi, hasilnya sering terbukti. Banyak yang segan dan menghormati mereka, sekaligus berhati-hati agar tidak memancing kemarahan.

2. Minggu Kliwon

Weton ini dikenal membawa energi spiritual tinggi. Apa yang diucapkan orang Minggu Kliwon, baik doa maupun amarah, sering kali menjadi kenyataan.

Orang tua zaman dulu selalu mengingatkan agar berhati-hati dengan sabda mereka karena diyakini diamini oleh alam. Karakter mereka biasanya tegas dan penuh keyakinan, sehingga kata-katanya terasa berat dan berbobot.

3. Rabu Pahing

Pemilik weton Rabu Pahing umumnya tenang dan tidak banyak bicara. Namun ketika berbicara, setiap ucapannya sarat makna dan sering terbukti. Mereka digambarkan sebagai penjaga keseimbangan yang mampu melihat celah antara logika dan batin.

Firasat atau peringatan yang mereka sampaikan sebaiknya tidak diabaikan karena sering kali tepat sasaran.

4. Senin Legi

Orang Senin Legi memiliki getaran halus namun dalam. Ucapannya sering menjadi kenyataan karena pikirannya selaras dengan alam. Banyak tetua Jawa percaya bahwa jika Senin Legi sudah berkata sesuatu, sebaiknya jangan disepelekan.

Terutama bila mereka melontarkan sumpah atau ucapan dalam keadaan marah, energinya bisa membawa dampak nyata. Karena itu, mereka dianjurkan selalu menjaga lisan.

5. Selasa Kliwon

Selasa Kliwon dikenal tegas, apa adanya, dan jarang berbasa-basi. Ucapan mereka sering berupa peringatan sederhana yang ternyata menyelamatkan banyak orang.

Intuisi tajam dan energi batin yang kuat membuat kata-kata mereka berpotensi menjadi doa atau bahkan kutukan jika diucapkan dengan emosi. Banyak yang merasa segan karena kejujuran sekaligus ketajaman lisannya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com