- Gerakan Tutup Mulut pada anak dapat mengganggu kecukupan nutrisi serta memicu risiko gangguan gizi berupa wasting.
- Orang tua perlu memperbaiki pola makan dan mempertimbangkan produk pendamping guna mendukung asupan nutrisi harian.
- Pemeriksaan kesehatan secara berkala diperlukan untuk mendeteksi dini masalah pertumbuhan anak akibat penolakan makanan yang berkepanjangan.
Suara.com - Anak susah makan atau mengalami Gerakan Tutup Mulut (GTM) menjadi salah satu tantangan yang sering dihadapi orang tua. Mulai dari menolak makanan, hanya mau makan beberapa suap, hingga menangis ketika waktu makan tiba.
Kondisi ini kerap dianggap sebagai fase yang akan berlalu dengan sendirinya.
Padahal, jika berlangsung terus-menerus dan menyebabkan asupan nutrisi anak tidak mencukupi, masalah makan dapat berdampak pada berat badan serta proses pertumbuhan anak.
Salah satu kondisi gangguan gizi yang perlu diwaspadai adalah wasting, yaitu ketika berat badan anak terlalu rendah dibandingkan panjang atau tinggi badannya.
Untuk membantu menjaga kecukupan asupan, orang tua perlu memperbaiki pola makan anak dan dapat mempertimbangkan produk pendamping nutrisi sesuai kebutuhan.
Jangan Anggap Sepele GTM, Ini Dampaknya bagi Anak
Gerakan Tutup Mulut atau GTM merupakan istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan perilaku anak yang menolak makan.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penyebab anak sulit makan dapat beragam, mulai dari kondisi sedang sakit, rasa bosan, belum merasa lapar, hingga pengalaman makan yang kurang menyenangkan.
Masalah tersebut juga dapat berkaitan dengan kebiasaan pemberian makan yang tidak sesuai usia maupun kebutuhan anak.
Jika GTM terjadi berkepanjangan, terdapat beberapa dampak yang perlu diperhatikan, terutama ketika jumlah makanan yang dikonsumsi terus berkurang.
Asupan energi dan protein yang tidak mencukupi dapat membuat berat badan lebih sulit bertambah. Jika kondisi ini berlangsung lama, pertumbuhan anak juga berisiko terganggu.
Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua anak yang mengalami GTM otomatis mengalami kekurangan gizi. Orang tua perlu melihat pola makan, kondisi kesehatan, dan perkembangan pertumbuhan anak secara menyeluruh.
Mengenal Wasting, Kondisi Kurus yang Perlu Diwaspadai
Berbeda dari GTM yang menggambarkan perilaku menolak makan, wasting merupakan kondisi gangguan gizi yang dinilai berdasarkan ukuran tubuh anak.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), wasting pada anak balita ditandai dengan berat badan yang terlalu rendah dibandingkan panjang atau tinggi badannya berdasarkan standar pertumbuhan.