Jantung Butuh Energi? Kenali 4 Nutrisi Penting untuk Jaga Kesehatan Kardiovaskular dari Tingkat Sel

Kamis, 24 September 2026 | 15:42 WIB
Ilustrasi kesehatan jantung perempuan. (Shutterstock)
BACA 10 DETIK
  • Asia menyumbang 61,3 persen kematian kardiovaskular global karena pertambahan penduduk lanjut usia dan perubahan gaya hidup.
  • Dr. Vipada Sae-Lao menyatakan bahwa mitokondria menghasilkan energi seluler yang sangat dibutuhkan oleh organ jantung.
  • Nutrisi seperti ALA, nitrit, kreatin, dan CoQ10 mendukung energi jantung serta perlu dikonsultasikan sebelum suplementasi.

Suara.com - Penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Asia. Berdasarkan studi yang dikutip dalam materi ini, Asia menyumbang 61,3 persen dari total kematian akibat penyakit kardiovaskular di dunia. Beban penyakitnya juga tercatat 8,3 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata global.

Meski angka kematian akibat penyakit kardiovaskular menunjukkan penurunan dari waktu ke waktu, beban keseluruhannya masih meningkat. Pertambahan jumlah penduduk lanjut usia dan perubahan gaya hidup menjadi sejumlah faktor yang ikut mendorong kondisi tersebut.

Menjaga kesehatan jantung karena itu tidak cukup hanya dilakukan ketika muncul keluhan. Fondasinya perlu dibangun melalui kebiasaan sehari-hari. 

American Heart Association mengidentifikasi delapan pilar kesehatan kardiovaskular, mulai dari pola makan sehat, aktivitas fisik, menghindari nikotin, tidur berkualitas, menjaga berat badan, hingga mengontrol kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah.

Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah juga mengalami perubahan secara bertahap yang dikenal sebagai vascular ageing atau penuaan pembuluh darah. Salah satu faktor yang semakin banyak diperhatikan dalam proses tersebut adalah kesehatan mitokondria.

Jantung Butuh Energi? Kenali 4 Nutrisi Penting untuk Jaga Kesehatan Kardiovaskular dari Tingkat Sel (Dok. Istimewa)

Dr. Vipada Sae-Lao, Nutrition Education and Training Lead – Asia Pacific, Herbalife, menjelaskan bahwa mitokondria dapat dianalogikan sebagai pembangkit energi di dalam sel. Struktur kecil ini mengubah makanan menjadi energi yang digunakan tubuh, termasuk oleh jantung.

“Jantung merupakan salah satu organ tubuh yang membutuhkan energi paling besar dibandingkan ukurannya, dan energi tersebut berasal dari mitokondria,” ujar Dr. Sae-Lao.

Ketika fungsi mitokondria berjalan baik, energi yang dibutuhkan jantung untuk berkontraksi, berelaksasi, dan menyesuaikan diri dengan aktivitas tubuh dapat tersedia secara optimal. Karena itu, menurut Dr. Sae-Lao, perhatian terhadap kesehatan jantung juga perlu dimulai dari tingkat seluler.

Salah satu nutrisi yang dibahas adalah Alpha Lipoic Acid (ALA). Senyawa ini berperan dalam membantu perlindungan sel dan bekerja di dalam mitokondria. ALA juga memiliki kemampuan bekerja di lingkungan tubuh yang berbasis air maupun lemak serta membantu mendaur ulang vitamin C dan E.

ALA dapat ditemukan dalam sejumlah makanan seperti bayam, brokoli, tomat, kubis Brussel, hati, dan ginjal. Namun, materi tersebut menyebut penyerapan ALA dari makanan mungkin tidak menghasilkan kadar yang signifikan dalam aliran darah. Karena itu, penggunaan suplemen sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.

Nutrisi berikutnya adalah nitric oxide (NO), senyawa yang membantu pembuluh darah rileks dan melebar sehingga mendukung kelancaran aliran darah. NO juga berperan dalam sejumlah proses yang berkaitan dengan kesehatan pembuluh darah.

Produksi NO dapat didukung melalui aktivitas fisik. Dari makanan, nitrat yang terdapat pada bayam, bit, dan kubis Brussel dapat diubah tubuh menjadi NO. Sementara itu, buah sitrus dan delima disebut dapat membantu mempertahankan NO setelah terbentuk.

Ada pula kreatin yang berperan dalam sistem energi otot, termasuk otot jantung. Kreatin membantu menjaga ketersediaan ATP, yaitu sumber energi yang digunakan sel jantung. Sumber kreatin antara lain daging merah dan ikan.

Nutrisi lainnya adalah Coenzyme Q10 (CoQ10). Senyawa ini memiliki konsentrasi tinggi di jantung dan berperan dalam proses produksi energi. CoQ10 juga memiliki fungsi antioksidan yang membantu melindungi sel.

Meski demikian, menjaga jantung tetap sehat tidak bergantung pada satu jenis nutrisi atau suplemen. Dr. Sae-Lao menekankan pentingnya pola hidup secara menyeluruh.

“Pola makan yang seimbang, aktivitas fisik yang rutin, tidur yang berkualitas, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan kardiovaskular,” katanya.

Ia menambahkan, ALA, NO, kreatin, dan CoQ10 dapat menjadi dukungan tambahan bagi sistem energi jantung. Namun, kebutuhan utama tetap perlu diupayakan melalui pola makan sehari-hari. 

Jika asupan dirasa belum mencukupi, konsultasi dengan tenaga kesehatan diperlukan sebelum mempertimbangkan suplementasi.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com