Suara.com - Sarapan di akhir pekan bisa menjadi momen untuk berhenti sejenak dari rutinitas, berkumpul bersama keluarga, dan menikmati makanan tanpa harus melihat jam. Di Turki, kebiasaan ini dikenal sebagai kahvalt, tradisi sarapan yang bukan sekadar mengisi perut, tetapi juga merayakan kebersamaan.
Chef-Owner Turkuaz Restaurant, Sezai Zorlu, menyebut tradisi tersebut sebagai kahvalt keyfi, yang berarti kegembiraan menikmati sarapan. Menurut dia, setelah bekerja sepanjang pekan, Sabtu atau Minggu menjadi waktu yang tepat untuk menikmati hidangan bersama keluarga tanpa terburu-buru.
“Di Indonesia ada budaya pergi ke mal. Di Turki, kami memiliki budaya sarapan,” ujar Sezai.
Tradisi ini coba dihadirkan di Turkuaz Restaurant yang kini menempati lokasi baru di Jalan Ciranjang No. 40, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Restoran tersebut menawarkan pengalaman Turkish Breakfast Brunch setiap hari pukul 08.00–11.30 WIB.
Puluhan Hidangan Tersaji di Meja
Melalui konsep Serpme, sarapan disajikan dengan beragam hidangan yang bisa dinikmati bersama. Dengan harga Rp299.000++ per orang, pengunjung dapat mencicipi hampir 30 jenis sajian, mulai dari aneka roti, keju, zaitun, sayuran, selai, madu, hingga börek, pastry khas Turki.
Ada pula sucuk, sosis berbumbu khas Turki, serta berbagai olahan telur seperti menemen, telur yang dimasak bersama tomat dan paprika. Bagi yang ingin mencoba hidangan tambahan, tersedia mihlama, sajian keju leleh khas kawasan Laut Hitam, pastirma atau daging sapi berbumbu, dan Turkish simit, roti berbentuk lingkaran dengan taburan wijen.
Menariknya, hidangan tidak hanya berupa makanan siap santap yang ditata di piring. Sejumlah sajian dimasak dengan teknik dan racikan khas Turki, sehingga pengunjung dapat mengenal lebih jauh kekayaan kuliner negara tersebut.
Sezai menjelaskan, urutan penyajian sarapan Turki biasanya dimulai dengan hidangan dingin, sayuran, zaitun, dan minyak zaitun sebelum berlanjut ke telur serta daging. Beragam roti menjadi pelengkap yang bisa dinikmati sepanjang waktu makan.
Menurut Sezai, susunan ini mencerminkan kebiasaan makan yang mengombinasikan beragam bahan dalam satu sesi sarapan.
Menikmati Makanan Sekaligus Kebersamaan
Selain pilihan makanan, pengalaman kahvalt juga dilengkapi teh khas Turki yang bisa dinikmati sepuasnya serta kopi pasir Turki (Turkish sand coffee).
Konsep sarapan ini memungkinkan pengunjung menikmati hidangan dengan santai. Sezai juga mengingatkan pentingnya tetap aktif setelah makan, misalnya dengan berjalan kaki, sebagai bagian dari kebiasaan hidup seimbang.
Turkuaz menawarkan harga khusus untuk keluarga. Anak di bawah usia 8 tahun bisa menikmati sarapan gratis, sedangkan anak usia 8–15 tahun mendapatkan diskon 50 persen. Pengunjung berusia di atas 60 tahun memperoleh diskon 25 persen.
Melalui pengalaman ini, sarapan menjadi lebih dari sekadar rutinitas pagi. Ada kesempatan untuk mengenal budaya kuliner Turki sekaligus meluangkan waktu berkualitas bersama orang-orang terdekat.