- Heart rate menjadi salah satu hal yang diperhatikan saat berlari.
- Dokter Tirta membahas patokan untuk menilai intensitas latihan.
- Ada beberapa faktor yang berkaitan dengan detak jantung saat berolahraga.
Ia mengibaratkan detak jantung yang mendekati batas maksimal seperti mesin mobil dengan putaran RPM tinggi.
Menurutnya, latihan dengan intensitas tinggi secara terus-menerus perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, termasuk gangguan irama jantung atau aritmia.
Dokter Tirta juga menyoroti orang yang langsung berlari meskipun sebelumnya jarang melakukan aktivitas fisik. Ia membedakan kondisi tersebut dari orang yang sudah rutin berolahraga selama bertahun-tahun.
"Yang jadi masalah adalah kalau dia itu ada riwayat penyakit jantung dan orang kan yang lari-lari ini kan rata-rata bukan orang yang dulunya olahraga," ujarnya.
Ia kemudian menekankan risiko ketika seseorang yang belum terbiasa berolahraga langsung mencoba lari jarak jauh atau berlatih dengan intensitas tinggi.
Oleh sebab itu, pelari pemula perlu meningkatkan intensitas dan jarak secara bertahap, serta mempertimbangkan kondisi kesehatan sebelum menjalani latihan berat.
Berapa Detak Jantung Normal saat Istirahat?
Merangkum inforasi di Primaya Hospital, detak jantung normal orang dewasa sehat saat istirahat berkisar antara 60–100 denyut per menit.
Sementara itu, detak jantung saat berolahraga dapat meningkat mengikuti intensitas aktivitas fisik.
Untuk memperkirakan detak jantung maksimal saat berolahraga, salah satu rumus yang umum digunakan adalah 220 dikurangi usia.
Hasilnya dapat menjadi acuan awal untuk menghitung target detak jantung, yakni sekitar 50–70 persen dari angka maksimal untuk olahraga intensitas sedang dan 70–85 persen untuk intensitas tinggi.
Lebih lanjut, detak jantung perlu dinilai berdasarkan kondisi dan aktivitas seseorang.
Atlet yang terlatih, misalnya, dapat memiliki detak jantung istirahat lebih rendah dibandingkan orang yang jarang berolahraga.
Oleh sebab itu, angka detak jantung tidak sebaiknya ditafsirkan tanpa mempertimbangkan tingkat kebugaran dan riwayat kesehatan.