Perempuan Pelaku Usaha Perlu Lebih dari Sekadar Modal untuk Berkembang

Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:33 WIB
Ilustrasi perempuan pelaku usaha di Yogyakarta. (Dok. Ist)
BACA 10 DETIK
  • Perempuan pelaku usaha di Yogyakarta mengikuti pelatihan kewirausahaan dan pemasaran digital pada Selasa (20/10/2026).
  • Program percontohan hasil kolaborasi pemerintah dan swasta ini bertujuan memperkuat kapasitas tenaga kerja mandiri.
  • Peserta memperoleh pelatihan pengelolaan keuangan, fotografi produk, serta pemahaman jaminan sosial ketenagakerjaan.

Suara.com - Perempuan pelaku usaha membutuhkan keterampilan mengelola keuangan hingga memasarkan produk secara digital agar bisnis yang dijalankan dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak pelanggan.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, pelaku usaha perempuan di Yogyakarta mendapatkan pelatihan kewirausahaan yang mencakup pengelolaan laporan keuangan, pemasaran digital, fotografi produk, hingga pemahaman mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.

Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Sinergi Memperkuat Kapasitas dan Ekosistem Tenaga Kerja Mandiri (TKM) yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Yogyakarta menjadi lokasi percontohan program tersebut pada 2026, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Head of Government Affairs Lazada Indonesia, Yovan Sudarma, mengatakan, perempuan pelaku usaha memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian keluarga dan masyarakat. Karena itu, peningkatan keterampilan menjadi salah satu upaya untuk mendukung keberlanjutan usaha mereka.

Menurut Yovan, pelatihan dirancang agar peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan usaha sehari-hari, mulai dari membuat tampilan produk lebih menarik hingga menjangkau pelanggan melalui kanal digital.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu mereka mengembangkan keterampilan yang bisa langsung diterapkan dalam usaha sehari-hari, mulai dari menampilkan produk secara lebih menarik, menjangkau pelanggan melalui kanal digital, hingga mengelola keuangan usaha,” ujar Yovan dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

Selain keterampilan pemasaran dan pengelolaan usaha, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan. Pembekalan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat aspek perlindungan bagi tenaga kerja mandiri.

Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas dan Pengembangan Ekosistem Ketenagakerjaan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Saleh, menilai penguatan kapasitas pelaku TKM perlu diikuti dengan perluasan akses pasar, pengelolaan usaha yang lebih akuntabel, dan perlindungan sosial ketenagakerjaan.

Ia berharap program tersebut dapat membantu pelaku usaha mandiri mengembangkan bisnisnya hingga menjadi usaha formal dan berkelanjutan.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad, menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap pelatihan tersebut. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha diharapkan dapat memperkuat daya saing pelaku usaha lokal, khususnya perempuan.

Program ini merupakan tindak lanjut kolaborasi pemerintah dan swasta yang diluncurkan di Jakarta pada 12 Oktober 2026. Melalui pelatihan di Yogyakarta, para pelaku usaha mandiri diharapkan dapat memanfaatkan keterampilan baru untuk memperbaiki pengelolaan bisnis, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan peluang pengembangan usaha.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com