Cegah Ledakan LPG, ArsyGas Ingatkan Pentingnya Regulator SNI hingga Ventilasi Dapur

Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:00 WIB
ilustrasi dapur berhadapan dengan pintu toilet [AI]
BACA 10 DETIK
  • Manager ArsyGas Jawa Barat, Wahyu Ibrahim, mengimbau kewaspadaan masyarakat terhadap keselamatan penggunaan tabung LPG pada Kamis, 22 Oktober 2026.
  • Wahyu menyarankan penggunaan regulator dan selang ber-SNI serta penempatan tabung gas dengan ventilasi dapur yang memadai.
  • Masyarakat diinstruksikan tidak menyalakan api atau peralatan listrik dan segera menghubungi pemadam kebakaran saat terjadi kebocoran gas.

Suara.com - Kebocoran gas LPG dapat memicu kebakaran hingga ledakan yang mengancam keselamatan jiwa dan menyebabkan kerugian material.

Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan memastikan penggunaan tabung gas di rumah tangga maupun tempat usaha memenuhi standar keselamatan.

Manager ArsyGas Jawa Barat, Wahyu Ibrahim, menegaskan keselamatan pengguna menjadi hal utama yang harus diperhatikan.

Edukasi mengenai pemilihan tabung, penggunaan regulator, pemasangan selang, hingga penempatan tabung gas perlu dilakukan secara konsisten.

Hal tersebut disampaikan Wahyu pada Kamis (22/10/2026), menyusul berbagai insiden kebocoran dan ledakan LPG yang menimbulkan korban luka maupun jiwa.

Cegah Ledakan LPG, ArsyGas Ingatkan Pentingnya Regulator SNI hingga Ventilasi Dapur [Istimewa]

Periksa Kondisi Tabung dan Gunakan Regulator Ber-SNI

Wahyu mengingatkan masyarakat untuk memeriksa kondisi tabung LPG saat menerima pengiriman.

Tabung yang penyok, benjol, atau memiliki goresan dalam perlu diwaspadai dan tidak boleh digunakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak yang berwenang.

Pengguna juga dianjurkan memakai regulator berstandar nasional Indonesia (SNI), dengan bodi logam yang kokoh dan fitur pengaman otomatis atau automatic cut-off.

Selang gas yang digunakan pun harus memenuhi standar SNI dan diperiksa secara berkala untuk memastikan tidak mengalami kerusakan.

“Pemasangan dan penempatan tabung di dapur juga tak kalah penting. Tabung harus diletakkan pada posisi tegak di permukaan lantai yang datar dan stabil serta diberi jarak aman minimal 1 hingga 1,5 meter dari kompor atau sumber panas,” ujar Wahyu.

Selain memastikan posisi tabung, pengguna perlu memperhatikan kondisi dapur.
Sirkulasi udara yang baik dan ventilasi yang memadai menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko penumpukan gas ketika terjadi kebocoran.

Wahyu menjelaskan, uap LPG tidak berwarna dan memiliki massa jenis lebih tinggi daripada udara.

Akibatnya, gas yang bocor dapat terkumpul di area bawah atau dekat permukaan lantai, sehingga ventilasi pada bagian bawah dinding dapat membantu mengalirkan gas ke luar.

“Harus ada bukaan ventilasi supaya uap gas bocor langsung mengalir ke luar,” katanya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com