- Pendiri Bali Waste Cycle, Olivia Padang, menyatakan sistem pengelolaan sampah di Bali belum terhubung dengan baik antarbagian.
- Sektor pariwisata menyumbang 41 persen sampah di Bali dan harus bertanggung jawab hingga tahap penggunaan produk daur ulang.
- Bali Waste Cycle berpartisipasi dalam program PepsiCo untuk mengeksplorasi pasar dan memperkuat konsistensi pengolahan material sampah.
Jika sampah tercampur kembali selama pengangkutan atau fasilitas pengolahan tidak mampu menampungnya, proses daur ulang tetap berisiko terputus.
Di sisi lain, bisnis pariwisata juga berpotensi menjadi pengguna produk daur ulang. Hotel dan restoran dapat membantu menciptakan permintaan terhadap produk berbahan material pulihan, sehingga proses pengolahan memiliki tujuan akhir yang jelas.
Dari Memilah Sampah hingga Menciptakan Pasar
BWC mencoba menjawab tantangan tersebut dengan mengolah sejumlah jenis kemasan fleksibel menjadi papan daur ulang. Material ini dapat digunakan untuk membuat papan petunjuk arah, furnitur, tempat sampah, dan produk non-kontak makanan lainnya.
Namun, Olivia menekankan bahwa inovasi tidak cukup berhenti pada kemampuan teknis mengubah sampah menjadi produk.
“Pertanyaan yang lebih penting adalah seberapa banyak dari material tersebut yang benar-benar terus mengalir di dalam sistem dan kembali menjadi nilai guna yang produktif,” ujarnya.
Melalui PepsiCo Greenhouse Program IMPACT Edition 2026, BWC turut mengeksplorasi peluang pasar, kelayakan bisnis, dan potensi penggunaan produk hasil daur ulang. Tujuannya adalah memahami bagaimana pengolahan material dapat berjalan secara konsisten, bukan hanya menghasilkan produk dalam skala terbatas.
Olivia juga menyoroti peran pekerja pengumpul dan pemilah sampah yang menentukan kualitas material sebelum masuk ke fasilitas pengolahan. Menurutnya, perbaikan sistem harus mencakup kondisi kerja, keterampilan, dan kesejahteraan mereka.
Ia menilai Bali tidak kekurangan inisiatif pengelolaan sampah. Tantangan terbesarnya adalah menghubungkan pemilahan dari sumber, pengangkutan, kapasitas pengolahan, dukungan produsen, dan pasar produk daur ulang.
Dengan sistem yang terhubung, upaya pengurangan sampah tidak hanya memindahkan masalah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi dapat membantu memastikan material yang dikumpulkan benar-benar dimanfaatkan kembali.