- Jersey olahraga sering berbau apek karena bakteri berkembang biak dalam serat kain sintetis.
- Keringat dan minyak tubuh yang terserap ke dalam pori-pori kain memicu bau tidak sedap.
- Dr. Tirta menyarankan penggunaan cairan antiseptik povidone-iodine saat mencuci jersey.
Suara.com - Jersey lari atau jersey olahraga berbau apek meskipun sudah dicuci, kerap jadi permasalahan yang mengundang penasaran.
Padahal, pakaian olahraga berbahan sintetis seperti polyester dirancang khusus agar ringan dan menyerap keringat. Sayangnya, bahan ini juga menjadi tempat favorit bagi bakteri untuk berkembang biak.
Lantas kenapa jersey olahraga cepat berbau?
Pakar kesehatan sekaligus influencer, dr. Tirta Mandira Hudhi, mengungkapkan alasan utama mengapa jersey olahraga sangat mudah menyimpan bau tidak sedap setelah beberapa kali pemakaian.
"Karena jersey lari infeksius banget. Makanya kalau sering pakai jersey lari, di pemakaian ke-10 bau," kata dr. Tirta dalam bincang-bincang di kanal YouTube Mario Caesar.
Ketika berolahraga, cairan keringat dan minyak tubuh terserap penuh ke dalam serat kain jersey. Jika tidak dibersihkan hingga ke sela serat terdalam, sisa-sisa keringat ini akan memicu penumpukan mikroorganisme.
"Karena nempel, keringatnya nempel, dicuci gak bersih-bersih, dipakai gatal-gatal jadi aktivitas bakteri. Jersey yang sering dipakai 10-15x, baunya nempel," tambah dr. Tirta.
Serat sintetis pada jersey memiliki sifat lipofilik (mengikat minyak), sehingga penumpukan bakteri dan minyak tubuh jauh lebih melekat dibanding pada kain katun biasa.
Akibatnya, pencucian biasa dengan detergen terkadang tidak cukup untuk membasmi kuman yang sudah mengendap.
Untuk mengatasi masalah bau membandel pada jersey, dr. Tirta membagikan trik unik yang terinspirasi dari prosedur sterilisasi alat medis di rumah sakit, yaitu memanfaatkan povidone-iodine.
Povidone-iodine sendiri merupakan zat antiseptik yang efektif membunuh bakteri, jamur, hingga virus. Zat ini umum digunakan untuk merawat luka luar guna mencegah infeksi serta mensterilkan peralatan bedah.
"Kalau operasi, alat-alatnya disterilkan. Selain kena UV, harus dicuci pakai Povidone-iodine. Dicuci bersih, dibungkus pakai kassa steril... Sejak saat itu, aku pakai Povidone-iodine," jelasnya.
"Jersey lariku dicuci pakai Povidone-iodine untuk membunuh bakteri," sambung dr. Tirta.
Cara Praktis Merawat Jersey Agar Tetap Segar
Bagi yang ingin mempraktikkan perawatan jersey agar bebas bau dan tahan lama, berikut beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan:
- Rendam Singkat dengan Antiseptik: Campurkan beberapa tetes cairan antiseptik berbasis povidone-iodine ke dalam ember berisi air bersih, lalu rendam jersey sejenak untuk mematikan bakteri penyebab bau sebelum dicuci.
- Segera Cuci Setelah Dipakai: Jangan membiarkan jersey basah menumpuk di keranjang pakaian kotor karena kelembapan tinggi mempercepat perkembangbiakan bakteri.
- Hindari Pelembut Pakaian (Softener): Softener dapat melapisi serat kain sintetis sehingga menyumbat pori-pori jersey dan mengunci bau di dalamnya.
- Keringkan di Area Berventilasi: Jemur jersey di tempat yang diangin-anginkan atau terkena sinar matahari cukup agar kuman mati secara alami.