-
Teknologi dan gim seperti Minecraft bisa dimanfaatkan sebagai media belajar STEM yang menyenangkan.
-
Bus listrik menjadi kelas keliling yang membawa tablet, materi digital, dan alat praktik ke sekolah dengan fasilitas terbatas.
-
Anak diajak belajar sains dan matematika secara interaktif sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis.
Suara.com - Anak-anak saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Gadget, gim, hingga berbagai konten digital sudah menjadi bagian dari keseharian mereka.
Kondisi tersebut membuat orang tua dan sekolah tidak hanya perlu memikirkan bagaimana membatasi penggunaan teknologi, tetapi juga bagaimana memanfaatkannya sebagai media belajar yang menyenangkan.
Salah satunya melalui pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang memanfaatkan teknologi untuk membantu anak memahami berbagai konsep pelajaran secara lebih interaktif.
Hal ini menjadi perhatian dalam proyek Hyundai Universal Solution yang diluncurkan oleh Save the Children bersama Hyundai Motor Company, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta New Future Indonesia sebagai mitra lokal.
Proyek tersebut menghadirkan inovasi ruang belajar berbasis bus listrik untuk membantu meningkatkan akses dan kualitas pendidikan STEM bagi siswa sekolah menengah pertama di Jakarta.
Upaya tersebut hadir di tengah tantangan kemampuan siswa Indonesia dalam bidang sains dan matematika. Berdasarkan data PISA 2025, sekitar 36,8 persen siswa Indonesia usia 15 tahun yang mengikuti asesmen mampu mencapai batas kompetensi minimum dalam bidang sains.
Sementara itu, dalam matematika angkanya baru mencapai 16,9 persen. Kesenjangan juga terlihat dari kondisi sosial ekonomi siswa. Anak-anak dari keluarga kurang mampu masih menghadapi ketertinggalan dibandingkan mereka yang memiliki akses dan dukungan lebih baik.
Karena itu, penggunaan teknologi dalam pembelajaran tidak hanya ditujukan untuk membuat kegiatan belajar lebih menarik, tetapi juga membuka kesempatan bagi anak untuk mendapatkan pengalaman belajar yang mungkin belum tersedia di sekolahnya.
Presiden Direktur Hyundai Motors Indonesia Kenny Lee mengatakan, peluncuran Hyundai Universal Solution menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan kesempatan pendidikan yang lebih inklusif dan setara bagi generasi penerus.
"Momen penting ini bukan sekadar peluncuran sebuah inisiatif sosial baru tetapi juga menjadi awal dari upaya bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan setara bagi generasi penerus Indonesia," jelas Kenny Lee.
Ia berharap program tersebut dapat membantu mengurangi kesenjangan sekaligus memperluas akses anak terhadap kesempatan belajar.
"Melalui Hyundai Universal Solution, kami berharap dapat membantu menjembatani kesenjangan, serta membuka akses yang lebih luas terhadap kesempatan pendidikan bagi semakin banyak siswa," kata Kenny Lee.
Dalam proyek Hyundai Universal Solution, teknologi diperkenalkan melalui berbagai media pembelajaran. Salah satunya adalah gim dan konten STEM berbasis Minecraft dengan tema kendaraan listrik.
Anak juga akan mendapatkan materi melalui tiga video pembelajaran yang membahas prinsip kerja konversi energi, gerak, emisi, hingga keberlanjutan.
Dengan pendekatan seperti ini, teknologi tidak berhenti sebagai hiburan. Anak diajak memahami konsep melalui pengalaman yang lebih dekat dengan keseharian mereka, sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah.