Apakah Sunscreen yang Tertinggal di Dalam Mobil Panas Masih Aman Dipakai?

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:21 WIB
Ilustrasi sunscreen. (Pexels/Ron Lach)
BACA 10 DETIK
  • Sunscreen yang tertinggal di dalam mobil panas berisiko mengalami kerusakan formula.
  • Sebelum digunakan kembali, periksa perubahan warna, aroma, dan tekstur.
  • Untuk menjaga kualitasnya, simpan sunscreen di tempat sejuk dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

Suara.com - Sunscreen menjadi salah satu produk perawatan kulit yang penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV).

Namun, bagaimana jika sunscreen tertinggal di dalam mobil yang terparkir di bawah terik matahari selama beberapa jam? Apakah sunscreen yang tertinggal di dalam mobil panas masih aman dipakai?

Jawabannya, sunscreen yang terpapar panas berlebihan belum tentu aman dan efektif digunakan kembali. Suhu tinggi dapat mempercepat kerusakan bahan aktif di dalam sunscreen sehingga kemampuannya melindungi kulit dari sinar UV berpotensi menurun.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), sunscreen sebaiknya tidak dibiarkan di bawah sinar matahari langsung atau di tempat panas, termasuk di dalam mobil.

Kondisi tersebut dapat mempercepat kerusakan bahan-bahan di dalam produk, bahkan sebelum tanggal kedaluwarsanya.

1. Panas Dapat Menurunkan Efektivitas Sunscreen

Sunscreen diformulasikan untuk memberikan perlindungan terhadap sinar UV sesuai dengan nilai SPF dan petunjuk pemakaiannya. Namun, formula tersebut dapat mengalami penurunan kualitas jika terus-menerus terpapar suhu tinggi.

Ketika mobil terparkir di bawah sinar matahari, suhu di dalam kabin bisa meningkat secara signifikan. Kondisi ini dapat mempercepat degradasi bahan aktif sunscreen sehingga perlindungan yang diberikan tidak lagi sesuai dengan klaim pada kemasan.

Akibatnya, kulit berisiko mengalami paparan UV yang lebih tinggi daripada yang diperkirakan. Oleh karena itu, sunscreen yang tertinggal di dalam mobil panas sebaiknya tidak langsung digunakan tanpa mempertimbangkan durasi paparan dan kondisi produknya.

2. Periksa Perubahan Warna, Aroma, dan Tekstur

Sebelum memutuskan menggunakan kembali sunscreen yang tertinggal di dalam mobil, perhatikan kondisi fisiknya. AAD menyarankan untuk mengganti sunscreen jika terdapat perubahan warna atau konsistensi yang jelas.

Berikut beberapa tanda sunscreen mungkin sudah mengalami kerusakan:

  • Warna berubah: warna produk terlihat berbeda dibandingkan saat pertama kali dibeli.
  • Aroma tidak biasa: muncul bau menyengat atau tidak sedap yang sebelumnya tidak ada.
  • Tekstur berubah: sunscreen menjadi terlalu encer, menggumpal, atau terasa berbeda saat dioleskan.
  • Formula terpisah: terlihat lapisan minyak dan cairan yang terpisah dari campuran utamanya.
  • Tekstur mengering: produk menjadi kering, berbutir, atau sulit diratakan pada kulit.

Jika menemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya jangan gunakan kembali sunscreen. Namun, perlu diingat bahwa tampilan yang normal tidak menjamin produk masih efektif setelah terpapar panas berlebihan.

3. Perhatikan Durasi Sunscreen Tertinggal di Mobil

Durasi paparan panas menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan. Sunscreen yang tertinggal sebentar di dalam mobil tidak selalu mengalami kerusakan yang sama dengan produk yang dibiarkan berjam-jam atau berulang kali terpapar suhu tinggi.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com