Industri Kecantikan Berkembang, Profesi Beauty Educator Bisa Jadi Pilihan Karier

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:10 WIB
Achadiningtyas atau Ibu Aca, trainer Beauty for a Better Life (BFBL) Training Center Cianjur. (Suara.com/Vania)
BACA 10 DETIK
  • Achadiningtyas dan Made Sumiati adalah pendidik kecantikan berpengalaman yang melatih ribuan peserta dan murid sejak puluhan tahun lalu.
  • Pendidik kecantikan membekali peserta didik dengan teknik tata rambut, standar keselamatan, dan membangun kepercayaan diri untuk bekerja.
  • Program Hairducation dan BFBL melatih puluhan guru serta ribuan peserta untuk memenuhi kebutuhan industri kecantikan sejak 2014 dan 2017.

Salah satunya melalui pelatihan yang memperdalam pemahaman mengenai anatomi rambut dan hair science, termasuk proses pewarnaan serta perubahan yang terjadi pada batang rambut.

Pengetahuan tersebut kemudian diterapkan dalam metode pengajarannya. Murid tidak hanya diminta mengikuti tahapan kerja, tetapi juga memahami alasan di balik penggunaan suatu teknik dan bagaimana menyesuaikannya dengan kondisi rambut.

“Pengetahuan itu mengubah cara saya mengajar. Sekarang saya dapat menjelaskan bukan hanya apa yang harus dilakukan, tetapi juga alasan di balik setiap tahap, sehingga murid tidak sekadar menghafal prosedur, tetapi mampu menganalisis kondisi rambut dan menentukan penanganan yang tepat,” kata Made.

Ia juga mengembangkan materi pembelajaran dalam bentuk presentasi dan video ketika pandemi, serta menulis buku Pemangkasan dan Pewarnaan Rambut untuk Kelas XI yang telah memiliki ISBN dan digunakan sejumlah guru di Indonesia.

Pengajar Kecantikan Perlu Terus Memperbarui Kompetensi

Berkembangnya industri kecantikan membuat peningkatan kompetensi tenaga pengajar menjadi bagian penting dalam menyiapkan talenta profesional.

Pendidik yang memiliki pengetahuan terkini dapat meneruskan keterampilan tersebut kepada lebih banyak peserta, baik melalui sekolah kejuruan maupun pelatihan berbasis komunitas.

Salah satu upaya pengembangan kompetensi tersebut dilakukan melalui program Hairducation yang dijalankan L’Oréal Indonesia sejak 2017 bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program ini memberikan pelatihan kepada guru SMK tata kecantikan, mulai dari teknik terbaru, inovasi produk, standar keselamatan, hingga pelayanan konsumen.

Hingga saat ini, Hairducation telah melatih 88 guru dari 46 SMK di berbagai daerah. Para guru tersebut kemudian turut mempersiapkan lebih dari 4.200 lulusan untuk memasuki industri tata rambut profesional.

Selain pendidikan formal, terdapat pula jalur pengembangan keterampilan melalui pelatihan komunitas. Program Beauty for a Better Life (BFBL) yang hadir sejak 2014 telah menjangkau lebih dari 7.200 peserta melalui 12 pusat pelatihan dan 12 trainer yang bekerja sama dengan lembaga sosial nirlaba.

Program tersebut membekali instruktur dengan kurikulum tata rambut dan rias berstandar internasional, serta modul pendampingan sosial berbasis empati. Sasarannya adalah perempuan dari kelompok rentan sosio-ekonomi agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja maupun membangun usaha mandiri.

Selain menjadi pilihan karier bagi mereka yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang kecantikan, profesi ini juga membuka kesempatan untuk mengembangkan talenta baru dan membantu lebih banyak orang memperoleh sumber penghasilan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com