- Retinoid dan retinol merupakan kandungan skincare yang populer untuk membantu mengatasi tanda-tanda penuaan, jerawat, dan warna kulit tidak merata.
- Meski terdengar mirip, retinoid dan retinol memiliki perbedaan yang perlu dipahami sebelum digunakan.
- Pemula perlu mengetahui perbedaan keduanya agar dapat memilih produk skincare yang sesuai dan menghindari risiko iritasi atau kerusakan kulit.
2. Tingkat Kekuatan dan Efektivitas
Melansir panduan di laman La Roche-Posay Australia, retinol umumnya memiliki tingkat kekuatan lebih rendah dibandingkan retinoid resep dokter.
Karena membutuhkan beberapa tahapan konversi, retinol cenderung bekerja lebih bertahap dan relatif lebih mudah ditoleransi kulit.
Sebaliknya, beberapa jenis retinoid seperti tretinoin memiliki kekuatan lebih tinggi karena dapat bekerja lebih langsung melalui bentuk retinoic acid.
Kandungan tersebut biasanya memerlukan resep dan pengawasan dokter karena risiko iritasinya juga lebih besar.
3. Manfaat untuk Kulit
Baik retinoid maupun retinol memiliki manfaat untuk membantu memperbaiki kondisi kulit.
Keduanya dapat mendukung regenerasi sel kulit, merangsang produksi kolagen, serta membantu menyamarkan garis halus dan kerutan.
Selain itu, turunan vitamin A juga dapat membantu mengatasi pori-pori tersumbat, jerawat, tekstur kulit tidak merata, dan hiperpigmentasi.
Namun, hasil yang diperoleh bergantung pada jenis kandungan, konsentrasi, kondisi kulit, serta konsistensi pemakaian.
4. Risiko Efek Samping
Karena memiliki tingkat kekuatan berbeda, risiko efek samping retinoid dan retinol juga tidak selalu sama.
Penggunaan produk dengan konsentrasi tinggi dapat meningkatkan kemungkinan munculnya kemerahan, kulit kering, sensasi terbakar, iritasi, dan pengelupasan.
Retinol umumnya lebih mudah ditoleransi dibandingkan retinoid resep dokter. Meski begitu, pemula tetap perlu menggunakannya secara bertahap agar kulit memiliki waktu untuk beradaptasi.
Panduan Memilih Retinoid dan Retinol untuk Pemula
Merangkum laman Paula's Choice Skincare, pemilihan produk turunan vitamin A sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit, kebutuhan perawatan, serta tingkat toleransi masing-masing orang.
Bagi pemula, menggunakan produk dengan konsentrasi rendah merupakan langkah yang lebih disarankan. Berikut beberapa panduan yang bisa diperhatikan.
1. Mulai dari Retinol dengan Konsentrasi Rendah
Paula's Choice menjelaskan bahwa produk retinol berkekuatan rendah umumnya memiliki konsentrasi sekitar 0,01-0,1 persen.
Rentang tersebut dapat menjadi pilihan bagi orang yang baru pertama kali menggunakan turunan vitamin A maupun pemilik kulit sensitif.
Jangan langsung memilih produk dengan konsentrasi tinggi hanya karena ingin mendapatkan hasil lebih cepat. Kulit membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kandungan aktif tersebut.
2. Perhatikan Jenis Kulit dan Kebutuhan
Jika memiliki kulit sensitif atau cenderung kering, pilih produk retinol berkonsentrasi rendah dengan tambahan bahan yang membantu menjaga kelembapan.
Sementara itu, pemilik kulit berminyak atau rentan berjerawat dapat mempertimbangkan produk sesuai kebutuhan kulit dan berkonsultasi dengan dokter kulit apabila ingin menggunakan retinoid untuk mengatasi jerawat.
3. Gunakan Secara Bertahap
Pemula sebaiknya tidak langsung menggunakan retinol setiap malam. Mulailah dengan frekuensi dua hingga tiga kali seminggu pada malam hari, kemudian tingkatkan secara perlahan apabila kulit sudah dapat mentoleransinya.
Gunakan produk setelah membersihkan wajah dan pastikan kulit dalam kondisi kering. Aplikasikan secukupnya, sekitar sebesar biji kacang polong untuk seluruh wajah, lalu lanjutkan dengan pelembap.
4. Jangan Lewatkan Sunscreen
Penggunaan retinol perlu disertai perlindungan terhadap paparan sinar matahari. Oleh karena itu, gunakan sunscreen berspektrum luas dengan minimal SPF 30 pada pagi dan siang hari.
Selain itu, hindari menggabungkan beberapa produk retinoid sekaligus atau terlalu banyak bahan aktif eksfoliasi ketika baru memulai perawatan. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko iritasi dan membuat lapisan pelindung kulit terganggu.
5. Perhatikan Kondisi Khusus
Retinoid tidak disarankan untuk digunakan selama kehamilan. Jika sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai keamanan produk perawatan kulit yang digunakan.
Jika muncul iritasi berat, sensasi terbakar, atau kemerahan yang tidak kunjung membaik, hentikan pemakaian dan mintalah saran tenaga medis.
Pada akhirnya, pemula tidak harus langsung menggunakan retinoid dengan kekuatan tinggi untuk mendapatkan manfaat perawatan kulit.
Memulai dari retinol berkonsentrasi rendah, menggunakannya secara konsisten, dan memperhatikan toleransi kulit merupakan langkah yang lebih bijak.