LINIMASA - Keberhasilan Ukraina menahan gempuran pasukan Rusia tak lepas dari bantuan Amerika Serikat yang mendukungnya. Amerika Serikat membantu Ukraina memasok senjata dalam perang melawan Rusia.
Meski begitu, bantuan yang diterima Ukraina rupanya tidak gratis. Ukraina harus membayar senjata yang sudah diterimanya dari Amerika Serikat.
Kabar Ukraina harus membayar semua bantuan dari AS ini disampaikan oleh Asisten Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Celeste Wallander saat Kongres yang pada Selasa 28 Februari 2023.
Wallander menyebut jika Ukraina sebenarnya telah membeli senjata dari Amerika Serikat, namun belum melakukan pengadaan dalam jumlah yang sangat besar.
“Mereka tidak memiliki skala kemampuan dalam anggaran mereka saat ini, tetapi merupakan poin yang sangat bagus bahwa kita juga perlu mentransmisikan mereka untuk memulai perencanaan pengeluaran pertahanan mereka sendiri serta segala hal lain yang akan kita lakukan untuk mendukung mereka,” ujarnya dia.
Hal senada juga disampaikan Michael Garcia (Perwakilan Partai Republik California) yang menyebut jika AS harus mulai menjual peralatan militer ke Ukraina daripada memberikannya senjata Gratis.
Untuk diketahui, sejak diserang Rusia pada 24 Februari 2022 lalu, AS memberikan dukungan senilai USD 31,7 miliar untuk membantu Ukraina melawan Rusia.
Bantuan itu dalam bentuk tank M1 Abrams, senjata artileri dan sistem anti pesawat dalam jumlah ribuan.
Dilain pihak, Rusia terus menerus memperingatkan Amerika Serikat jika terus memasok senjata ke Ukraina akan memperburuk suasana.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-20 Takluk 0-2 dari Irak, Pelatih Shin Sebut Faktor Cuaca Bukan Jadi Alasannya
Bahkan, Rusia menilai jika hal itu justru akan membuat konflik Rusia Ukraina tak berpenghujung.
Meski begitu, Joe Biden justru enggan menuruti perintah Putin, AS terus mendukung Ukraina selama diperlukan.
Langkah Joe Biden untuk terus membantu Ukraina ini dikritik habis oleh Partai Republik.
Hal itu terbukti dari beberapa kelompok parlemen GOP mengajukan permintaan untuk mengakhiri bantuan militer dan keuangan ke Ukraina dan mendesak untuk segera melakukan jalan damai di awal bulan ini.
Sementara, Dikutip dari Kantor Berita Ria Novosti, Rusia sedang mengembangkan jenis operasi militer baru menggunakan senjata nuklir untuk melindungi dari kemungkinan agresi AS.
Amerika Serikat secara bertahap kehilangan posisi terdepannya di dunia. Akibatnya, agresivitas militer-politik mereka terhadap Rusia semakin meningkat, karena disebut sebagai biang keladi hilangnya dominasi Amerika di dunia.
Berita Terkait
-
Terima Delegasi Ukraina, BKSAP Dukung Upaya Ukraina Mewujudkan Perdamaian
-
5 Fakta Guyana Prancis, Wilayah Prancis Ini Letaknya di Benua Amerika
-
TPNPB-OPM Minta Kapten Philips Dibarter Senjata, Pengacara Susi Air: Paling Kita Punya Pistol Air
-
Pusat Intelijen Ukraina di Kiev Berhasil Digempur Pasukan Rusia
-
Setahun Perang Rusia-Ukraina: Tidak Ada Pemenang dalam Perang Ini, Semuanya Kalah
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Tips Pindahan Kos Praktis dan Hemat Beban untuk Mahasiswa Baru
-
3 Shio yang Diprediksi Beruntung di September 2026, Ada Peluang Besar Menanti
-
Ulasan May I Help You?: Merayakan Kehidupan Lewat Kisah-kisah Kehilangan
-
Bantuan Bencana Mengalir ke NTT dan Kalimantan, BAZNAS Pastikan Tepat Sasaran
-
Erick Thohir Bicara Target Indonesia di Asian Games 2026, Berapa Emas?
-
Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
-
Sempat Jadi DPO, Pencuri Rumah Kosong yang Bawa Kabur Emas 30 Gram Diciduk di Tangerang
-
Ayah dan Anak Tewas Akibat Ledakan Gas di Cikarang
-
Tak Ingin Jamur Terbuang, Ibu Astuti Sukses Kembangkan Usaha hingga Pimpin Bank Sampah
-
Ulasan Gadis Minimarket: Ketika Menjadi Berbeda Bukan Berarti Salah