LINIMASA - Tradisi Ziarah Kubur banyak dilakukan oleh umat Islam menjelang Ramadhan 2023.
Diperlukan hati yang bersih dan lurus untuk mengamalkan amalan Ziarah kubur ini. Tujuan utama dari Ziarah Kubur sebelum Ramadhan adalah untuk mengingat mati.
Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan hukum ziarah kubur sebelum Ramadhan 2023.
Menurutnya, Ziarah Kubur sebelum Ramadhan merupakan hal yang bagus untuk dilakukan karena bukan saja mengunjungi orang yang sudah meninggal tapi juga bisa diartikan bersilaturahmi mengunjungi orang yang masih hidup.
Meski begitu, Nabi Muhammad SAW pernah melarang ziarah kubur pada zaman jahiliah. Bahkan, menurut Ustadz Adi Hidayat saat itu dikisahkan ada jasa untuk menyewa menangisi orang yang meninggal dunia.
Tujuan dari jasa sewa ini adalah untuk memberikan kesan jika orang yang wafat merupakan orang yang saleh sewaktu hidup.
Dari Buraidah, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya aku dulu telah melarang kalian berziarah kubur. Maka (sekarang) ziarahlah karena akan bisa mengingatkan kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian dengan menziarahinya."
Ustadz Adi Hidayat menyebut jika imannya sudah kuat dan bisa membedakan mana doa dan lain sebagainya maka saat itu juga Nabi Muhammad SAW tidak melarang ziarah kubur.
"Maka setelah imannya kuat, bisa membedakan mana doa, ngobrol dan lain sebagainya, bisa meningkatkan iman, dari situlah kemudian muncul sabda Nabi memperbolehkan ziarah kubur," ujar Ustadz Adi Hidayat.
Baca Juga: Rendah Hati, Jimin BTS Gaet Fans Baru Usai Syuting Program 'Hong Kim Coin'
Da’i yang akrab disapa UAH ini lalu mengingatkan satu hal jika saat ziarah kubur sebelum Ramadhan jangan sampai meminta-minta kepada orang yang meninggal.
Ustadz Adi Hidayat menyarankan agar meminta hanya kepada Allah SWT, sementara ziarah kubur untuk mengingatkan bahwa kita semua akan mati dan meninggal dunia.
Oleh sebab itu, jika seseorang sudah mengingat mati, diharapkan akan meningkatkan ibadah dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
"Yang tidak boleh adalah minta-minta di kuburan. Ngapain minta datang ke situ. Yang di situ saja (orang meninggal) gak bisa keluar," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Buya Yahya Larang Perempuan Pakai Mukena Jenis Ini Saat Tarawih Ramadhan 2023
-
Marhaban Ya Ramadan, Ini 5 Lafal Niat Puasa Ramadan Paling Mudah
-
'Tidak Foya-foya' Tips Walkot Depok ke Warga Buat Jaga Inflasi Selama Ramadhan
-
5 Ide Bisnis Hampers Ramadhan 2023, Tak Cuma Kue Kering yang Laris Manis
-
Bacaan Bilal Tarawih dan Jawabannya 20 Rakaat dan Shalat Witir
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
PSIM Yogyakarta Datangkan Mantan Bek Timnas Ceko, Ondrej Rudzan
-
RUU Perampasan Aset Belum Rampung, Pemerintah Tunggu DPR
-
5 Posisi Meja Kerja Menurut Feng Shui agar Fokus Meningkat dan Rezeki Lancar
-
Pembukaan Akses Secara Paksa, Kubu PB XIV Purboyo Tegas akan Lawan Usai dapat Ancaman dan Intimidasi
-
Perkuat Sistem Tanggap Darurat Perusahaan, PT Semen Gresik Gelar Sertifikasi Pemadam Kebakaran
-
Misi Sulit Kiandra Ramadhipa Rebut Puncak Klasemen Moto3 Junior di Prancis
-
Mengerikan! Bus Suporter Argentina Dihujani Tembakan, Satu Orang Terluka
-
Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Naik Penyidikan, Empat Terlapor Mulai Didalami
-
Mobil Brimob Terserempet KA Bandara di Sedayu, Begini Kronologinya
-
Penyelesaian Konflik Papua Harus Dimulai dari Dialog, Bukan Senjata