LINIMASA - Perkembangan fashion muslim di era media sosial memang berkembang pesat, tak terkecuali mukena.
Mukena sebagai salah satu peralatan sholat yang biasa digunakan perempuan ini makin banyak variasi dan motifnya.
Menjelang Ramadhan 2023, Buya Yahya mengungkapkan soal hukum memakai mukena bercorak di bulan Ramadhan 2023 saat melaksanakan shalat tarawih di masjid.
Buya Yahya mengungkapkan jika hukum dasar menggunakan mukena apapun itu boleh yang terpenting sesuai standar menutupi aurat perempuan.
Motif mukena apapun itu diperbolehkan untuk digunakan, namun yang harus diperhatikan adalah memilih corak dan motif yang sewajarnya saja dan tidak berlebihan.
Sebagaimana diketahui, umat Islam sekarang sedang menantikan Ramadhan 1444 H yang tinggal menghitung hari.
Oleh sebab itu, serangkaian persiapan mulai dilakukan oleh umat Islam menyambut Ramadhan 2023.
Selain melaksanakan ibadah puasa Wajib, umat Islam juga dianjurkan untuk menjalankan shalat Tarawih, Witir dan Tahajud di bulan suci Ramadhan.
Tak hanya itu, amalan membaca Al-Qur’an dan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT juga merupakan amalan yang begitu dianjurkan saat Ramadhan 2023.
Buya Yahya menyebut jika hal yang paling utama dalam memakai mukena adalah menutup aurat dan tidak membuat orang lain terganggu fokusnya saat shalat.
"Membuat orang terpesona dengan ukiran motifnya, entah berwarna hitam, putih, dan lainnya namun ukirannya bergambar yang aneh-aneh maka sebaiknya tidak memakai yang demikian," ujar Buya Yahya dilansir dari kanal youtube Al-Bahjah TV.
Pada dasarnya diperbolehkan memakai mukena jenis motif apapun yang terpenting tidak mengganggu kekhusuan jamaah yang lain.Buya Yahya juga mewanti-wanti agar jangan sampai memakai mukena putih namun transparan.
Hal itu sama saja dengan memperlihatkan aurat dan menghilangkan esensi memakai mukena.
"Perlu diperhatikan juga, jangan sampai memakai mukena putih namun transparan seperti tidak menggunakan mukena aurat terlihat, yang penting tidak mengganggu orang yang di belakang dan tidak ada tulisan yang aneh," kata Buya Yahya.
Berita Terkait
-
Memberi Makanan ke Orang Lain tapi Malah Dibuang, Bagaimana Menurut Pandangan Islam? Ini Kata Buya Yahya
-
Bolehkah Mengambil Persenan dari Sumbangan Anak Yatim? Simak Penjelasan Buya Yahya
-
Awas! Kredit Bisa Haram jika Dilakukan dengan Cara Ini, Simak Penjelasan Buya Yahya
-
Apakah Marah-Marah karena Kalah Push Rank Mobile Legends Bisa Batalkan Puasa? Simak Penjelasannya
-
5 Ide Bisnis Hampers Ramadhan 2023, Tak Cuma Kue Kering yang Laris Manis
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Pesan Dirut LPDP ke Alumni: Lu Pakai Duit Pajak, Ingat Itu!
-
Ambisi Pribadi Maarten Paes: Tak Ingin Diabaikan Pelatih hingga Mau Jadi Kapten Ajax
-
Benarkah Nizam Dianiaya Demi Tutupi Dugaan Hubungan Terlarang Ibu Tiri dengan Anak Angkat?
-
Jelang Mudik Lebaran, Kapolri Minta Jajaran Maksimalkan Pengamanan Nasional
-
Pundit Belanda: Maarten Paes Bikin Panik Lini Belakang, Itu Bukan Ciri Kiper Berpengalaman!
-
Anak Merokok Dianggap Sepele, Wali Santri Bentak Ustaz: Suami Saya Polisi, Siap Saya Tuntut!
-
Madura United Perlu Tahu, Persib Bandung Punya 'Win Rate' 100 Persen di Kandang
-
Polisi Turun Tangan Dalami Kasus Relawan Diteror Bangkai Anjing Tanpa Kepala di Aceh Tamiang
-
Bela Vinicius Jr, Wesley Sneijder Mengaku Terima 4.000 Ancaman Pembunuhan
-
Di Balik Nasi Sisa Sahur: Refleksi Emak-Emak tentang Ramadan dan Kesederhanaan