/
Selasa, 02 Mei 2023 | 09:53 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku banyak berdiskusi dengan elemen buruh pimpinan KSPSI Andi Gani. (Suara.com/Bagaskara)

LINIMASA - Bakal calon presiden (bacapres) yang diusung PDIP, Ganjar Pranowo mengomentari terkait elektabilitas dirinya yang kalah dari Prabowo Subianto berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia.

"Surveinya hari ini pemilunya nanti, in between di tengahnya masih ada dinamika yang luar biasa. Bahkan pada survei sebelumnya saya menang terus," kata Ganjar dalam acara Political Show yang disiarkan CNN Indonesia, Senin (1/5/2023) malam.

Ia mengatakan sudah selayaknya optimis bisa memenangkan kontestasi politik tersebut. Menjadi orang nomor satu di Indonesia memang menjadi ambisi Gubernur Jawa Tengah tersebut sudah sejak lama. Didukung oleh PDIP dan PPP menjadi modal kuat Ganjar untuk bisa berbicara banyak di Piplres 2024, mendatang. 

"Kalau sudah ditentukan bismillah, kita mesti optimis jangan jadi orang peragu," katanya.

Lembaga survei, Indikator Politik Indonesia sebelumnya mengeluarkan hasil survei yang dilakukan pada 11-17 April 2023. Berdasarkan hasil survei tersebut, elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto secara head to head unggul dari Ganjar dan Anies Baswedan. 

Prabowo ungguh 49,3 persen apabila head to head dengan Anies Baswedan yang elektabilitasnya hanya 33,7 persen. 

Direktur Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi mengatakan Prabowo unggul jika head to head dengan Anies karena suara Ganjar mengalir kepadanya. 

Sementara, apabila head to head dengan Ganjar, Prabowo pun unggul dengan 46,8 persen, terpaut 6,8 persen dari elektabilitas Ganjar yang berada di angka 40 persen. 

"Jadi posisi Pak Prabowo yang ada di tengah sekarang justru menjadi aset, dia bisa terima kanan-kiri oke," kata Burhanuddin dikutip dari YouTube Indikator Politik Indonesia, Senin (1/5/2023). (Suara.com) 

Baca Juga: Cek Fakta: Terbaru! Amanda Manopo dan Keluarga Besar Arya Saloka Liburan ke Bali?

Load More