LINIMASA - Ketika berhubungan intim, penggunaan pelumas seksual dapat memberikan kenyamanan dan meningkatkan gairah seksual. Melakukan eksplorasi saat bersenggama dengan pasangan memang disarankan agar hubungan semakin harmonis.
Namun, penting untuk memilih pelumas yang aman dan tidak berisiko menyebabkan iritasi atau reaksi alergi pada area sensitif. kulit vagina yang kering dan sensitif harus menjadi perhatian khusus.
Melansir halosehat.id, meminjam data studi yang dipublikasikan dalam jurnal Climacteric pada tahun 2015, pewangi yang terdapat dalam pelumas dapat menyebabkan iritasi dan reaksi alergi.
Alhasil, ada beberapa jenis bahan yang sebaiknya tidak digunakan sebagai pelumas seksual. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:
Beberapa orang mungkin menggunakan air liur sebagai pelumas karena dianggap praktis. Namun, air liur tidak efektif untuk melumasi vagina dengan baik.
Penggunaan air liur sebagai pelumas seksual juga dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual dan dapat menyebabkan infeksi bakteri atau jamur pada area sensitif Anda.
Baby oil yang berbahan dasar minyak biasanya sulit dibersihkan. Jika sisa baby oil masih menempel di area kewanitaan, bakteri dapat ikut masuk dan menyebabkan infeksi.
Penggunaan baby oil sebagai pelumas juga dapat menyebabkan kerusakan pada kondom.
Baca Juga: DILEMA! Barcelona Bisa Datangkan Lionel Messi, Konsekuensinya...
Petroleum jelly
Meskipun petroleum jelly berguna untuk kulit, penggunaannya sebagai pelumas seksual tidak disarankan untuk area kewanitaan. Kulit di area kewanitaan lebih sensitif daripada bagian tubuh lainnya.
Hal inimembuat penggunaan jeli minyak bumi sebagai pelumas dapat menyebabkan infeksi pada vagina. Selain itu, minyak dalam petroleum jelly juga berisiko merusak kondom.
Beberapa orang mungkin mencoba melumasi vagina dengan putih telur karena percaya bahwa teksturnya mirip dengan lendir serviks dan aman digunakan. Namun, penggunaan putih telur sebagai pelumas seksual dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri Salmonella.
Terutama jika kualitas telur yang digunakan tidak baik, hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Gagal Lolos Liga Champions, AC Milan Resmi Pecat Massimiliano Allegri
-
Siasat Busuk Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Bela Mafia CPO Terbongkar, Kini Resmi Masuk Bui!
-
Kematian Kucing Kesayangan Jadi Pertanda, Kisah Pilu di Balik Pembunuhan Gadis Bogor
-
Jelang Libur Idul Adha, Promo Alfamart Bikin Kalap: Sosis Korea Rp5.900 hingga Kanzler Murah
-
Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras: Nekat Titip Siswa di Sekolah Maung, Kepsek Langsung Dipecat
-
Diduga Gara-gara Kopi, Menantu di Empat Lawang Tega Habisi Ibu Mertua lalu Buang ke Sungai
-
Cekcok Pinjam Uang Rp600 Ribu Berujung Maut, Misteri Jasad Wanita di Pohon Melinjo Terungkap
-
Polisi Ungkap Motif Keji di Balik Temuan Jasad Wanita di Cipocok Jaya Serang
-
PTBA Sabet Diamond PROSPER A IRCA 2026, Perkuat Budaya Kepatuhan dan Tata Kelola
-
Masjid Al Afghani Tak Kunjung Rampung, DPRD Sukabumi Desak Dinas Perkim Transparan Soal Anggaran