LINIMASA - Octagon alias ring segi delapan menjadi simbol ikonik dalam dunia Mixed Martial Arts (MMA). Bagi Anda yang kerap menonton pertarungan Ultimate Fighting Championship (UFC) pasti tak asing dengan ring oktagon.
Namun, meski banyak yang mengenalnya, masih banyak pertanyaan mengenai mengapa UFC menggunakan Octagon dan bagaimana asal mula penggunaan bentuk ini.
Melansir Speak MMA, Octagon adalah arena pertempuran khas di mana pertarungan MMA dalam UFC terjadi. Nama "Octagon" berasal dari bentuknya yang memiliki delapan sisi. Setiap pertarungan di UFC wajib diadakan di dalam Octagon resmi.
Tidak seperti olahraga tempur lainnya yang mungkin menggunakan arena ring tinju atau arena berbentuk lainnya, UFC secara unik memilih Octagon sebagai tempat pertempuran mereka.
Alasan promotor UFC memilih Octagon berlandaskan pada keamanan dan keadilan bagi para petarung. Octagon didesain dengan mempertimbangkan keamanan dan keadilan para petarung.
Permukaan yang empuk serta dinding-dinding Octagon melindungi petarung dari jatuh atau tersingkir dari arena pertempuran. Sudut yang lebar di Octagon mencegah petarung terjebak di sudut tanpa jalur keluar.
Dengan bentuk ini, Octagon menghindari keuntungan lebih kepada salah satu disiplin seni bela diri, seperti yang terjadi dalam ring tinju atau lingkaran.
Asal Mula Octagon
Pemilihan Octagon sebagai arena pertempuran UFC dikaitkan dengan keluarga Gracie, yang merupakan pelopor dalam seni bela diri campuran dengan disiplin ilmu bela diri Brazilian Jiu Jitsu (BJJ).
Baca Juga: Denny Sumargo Simpan Bukti Dugaan Pencemaran Nama Baik Dilakukan Verny Hasan
Rorion Gracie, seorang anggota keluarga Gracie yang berperan dalam mendirikan UFC, turut serta dalam penemuan konsep Octagon. Rorion Gracie merupakan tokoh sentral dalam pendirian UFC dan berusaha membuatnya unik.
Sebelum memutuskan menggunakan Octagon, UFC mempertimbangkan beberapa ide alternatif yang tergolong tidak konvensional. Salah satu ide adalah membuat parit di sekeliling arena dengan kehadiran hiu di dalamnya.
Sementara ide lainnya adalah pagar listrik yang akan menyetrum para petarung. Untungnya, UFC memilih oktagon tanpa pagar setrum sebagai arena pertarungan para atletnya.
Perbedaan dengan ring tinju
Pilihan UFC untuk menggunakan Octagon daripada cincin tinju memiliki dua alasan utama. Pertama, UFC ingin menciptakan sesuatu yang unik dan membedakan mereka dari promosi olahraga tempur lainnya.
Kedua, mereka ingin mencegah memberikan keuntungan lebih kepada salah satu disiplin seni bela diri yang akan diperlakukan lebih baik dalam satu bentuk arena daripada yang lain.
Komposisi Octagon
Octagon memiliki pagar berlapis plastik keras yang mencegah petarung jatuh dari arena. Arena tradisional memiliki diameter 30 kaki, sementara versi lebih kecilnya, Octagon di UFC Apex, memiliki diameter 7,72 meter atau 25 kaki.
Octagon ini menawarkan tingkat penyelesaian pertarungan yang lebih tinggi, mencapai 60 persen. Rata-rata biaya yang dikeluarkan UFC untuk membangun sebuah oktagon berada di kisaran 30 ribu dolar AS atau setara Rp456.930.000 (estimasi 1 dolar AS setara Rp15.231).
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Akhirnya Rilis! Vivo X Fold 6 Bawa Baterai 7.000 mAh dan Kamera Zeiss 200 MP
-
Akhir Tragis Irak: Dulu Bantai Timnas Indonesia, Berakhir Bulan-bulanan di Piala Dunia 2026
-
Dolar AS Menguat, Haruskah Kita Mulai Mengencangkan Ikat Pinggang Sekarang?
-
Pasien Gaib dan Tagihan Palsu: Skandal Besar Korupsi JKN Jember Terbongkar
-
Piala Dunia 2026: Ousmane Dembele Menggila, Perancis Gasak Norwegia 4-1 dan Puncaki Klasemen
-
5 Body Lotion SPF 50 dengan Sensasi Sejuk, Ampuh Proteksi Kulit dari Cuaca Panas Ekstrem
-
Dicegat Polisi di Lampung Tengah, Ribuan Butir Ekstasi Gagal Menyeberang ke Pulau Jawa
-
Brasil Tangguh! Timnas Futsal Indonesia U-17 Digelontor Sembilan Gol di Spanyol
-
XLSmart Perluas 5G Blanket Coverage di Kalimantan, Jangkau 55 Kota dengan Lebih dari 300 BTS 5G
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL