LINIMASA - Pekan ke-13 BRI Liga 1 2023-2024 menampilkan laga Persija Jakarta vs Bali United. Laga tersebut menimbulkan kontroversi akibat keputusan wasit yang dianggap berat sebelah.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan tanggapannya terhadap situasi ini. Erick menegaskan komitmen untuk menjaga integritas sepak bola Indonesia dan mengatasi masalah kecurangan.
Erick Thohir menekankan PSSI tidak akan ragu-ragu untuk mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba merusak sepak bola Indonesia dengan cara curang. Meskipun tidak secara langsung menuding siapa pun, ia membuat jelas bahwa pelanggaran oleh wasit terbukti akan dihadapkan pada tindakan hukum.
"Wasit itu juga manusia. Kita sudah dorong wasit itu ada BPJS Kesehatan. Terjamin. Belum pernah ada selama berinvestasi," melansir Antara.
Namun, jika ada bukti bahwa perilaku wasit tidak sesuai standar, maka tindakan tegas akan diambil.
"Pendanaan buat wasit, ya maksudnya secara dia meniup sudah standar yang bagus. Kalau ternyata wasitnya masih kotor, ya kita penjarakan," katanya.
Erick menggarisbawahi PSSI akan berkoordinasi dengan semua pihak yang peduli terhadap integritas sepak bola Indonesia. Ia menjelaskan bahwa semua pihak harus berkolaborasi untuk membersihkan sepak bola dari praktik curang.
Untuk itu, mereka dapat melaporkan tindakan curang tersebut kepada Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola, yang memiliki anggota seperti Maruarar Sirait, Najwa Shihab, Ardan Adiperdana, dan Akmal Marhali.
"Jangan saling tuduh-tuduh, tetapi nggak ada bukti. Buktiin. Sekarang kita sudah punya Satgas Mafia Bola. Mereka bisa punya hotline sekarang."
Baca Juga: Akankah Sejarah Dituliskan? Indonesia Menang dari Uzbekistan Masuk Perempat Final Asian Games 2022
"Saya pun siap dipanggil sama satgas kalau ada kecurangan saya. Artinya apa? Sekarang publik diberi akses. Jadi kalau tadi media ada laporan, laporin ke satgas. Apalagi kita sudah bekerja sama, satgas ini dengan pihak polisi," tambahnya.
Sebelumnya, pelatih Persija dan pemain Riko Simanjuntak telah memprotes keras kepemimpinan wasit dalam pertandingan melawan Bali United. Dolls mengatakan Persija seharusnya mendapat penalti ketika Witan Sulaeman dijatuhkan di kotak terlarang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Berada di Polda Sumsel, Bupati Edison Dijadwalkan Dibawa ke Jakarta Besok Pagi usai OTT KPK
-
BRI Salurkan Rp9,21 Triliun Kredit Perumahan, Tertinggi Secara Nasional
-
Dukung Program Perumahan Nasional, Penyaluran KPP BRI Tembus Rp9,21 Triliun
-
BRI Jadi Penyalur Terbesar Kredit Program Perumahan Nasional, Realisasi Rp9,21 Triliun
-
BRI Perkuat Akses Keuangan di 5 Pulau Halmahera Selatan Lewat Teras Kapal
-
BRI Salurkan KUR Rp2,5 Miliar untuk Masyarakat Pesisir Halmahera Selatan Lewat Teras Kapal
-
BRI Didukung 705 Agen BRILink untuk Perluas Layanan di Halmahera Selatan
-
BRI Melayarkan Bank ke Laut, Teras Kapal Jangkau 27 Pulau di Indonesia
-
BRI Layani 216 Warga Suku Bajo dan Dorong Ekonomi Pesisir di Maluku Utara
-
Geger Video Pesta LGBT di Karawang: Ini 6 Fakta dan Desakan MUI Terkait THM Tak Berizin