/
Kamis, 09 Februari 2023 | 18:32 WIB
Megawati saat berpidato dalam acara puncak HUT ke-50 PDIP di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2023) ((YouTube PDI Perjuangan))

Hingga saat ini satu-satunya partai yang belum melakukan koalisi dengan partai lain adalah adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). 

Namun, kelebihan yang dimiliki PDIP belum tentu membawa kemenangan.

Dalam survei terbaru yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Desember 2022 terhadap menemukan pasangan Ganjar-Puan berada di urutan ketiga dengan perolehan suara 21,6 persen. 

Sementara suara Prabowo-Muhaimin 29,7 persen dan Anies-AHY 28,8 persen berada di atasnya. 

Disusul paling tinggi pasangan Airlangga-Erick 4,9 persen dan yang belum menjawab 15 persen.

Menurut Saiful Ganjar bisa kompetitif bila tidak dipasangkan dengan puan. Alasannya elektabilitasnya jadi turun di bawah Prabowo dan Anies. 

Pendiri SMRC menyarankan PDIP untuk berkoalisi kalau tidak akan tersingkir dan sudah menjadi kebutuhan untuk berkoalisi.

Untuk diketahui, lembaga survei itu melakukan simulasi untuk empat pasangan dalam pemilihan presiden. 

Pertama adalah Prabowo Subianto sudah banyak didiskusikan. Ada upaya Gerindra berkoalisi dengan PKB untuk mengusung pasangan Prabowo dengan Muhaimin Iskandar. 

Baca Juga: Catat dan Laporkan! 8 Bentuk Politik Uang Jelang Pemilu 2024 Versi Bawaslu

Kedua, Anies Baswedan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) . Ketiga, Ganjar berpasangan dengan Puan. 

**
Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Keempat, Airlangga Hartarto akan mencari calon, misalnya Erick Thohir sebagai orang yang juga melakukan sosialisasi untuk calon presiden maupun calon wakil presiden. 

Load More