/
Senin, 07 Agustus 2023 | 17:39 WIB
Fais Rafsanjani, paman Muhammad Naufal Zidan (19), mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang dibunuh seniornya, Altafasalya Ardnika Basya [Youtube]

Fais Rafsanjani, paman Muhammad Naufal Zidan (19), mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang dibunuh seniornya, Altafasalya Ardnika Basya menceritakan sempat berbincang dengan pelaku. Kata Fais, pelaku mengaku dekat dengan mendiang sang keponakan.

"Kalau saya waktu pas presscon, sempat ngobrol sama pelaku memang katanya si pelaku ini deket sama sosok daripada korban," ujar Fais yang dikutip Mamagini.Suara.com dari Youtube Kompas TV, Senin (7/8/2023).

Namun ia mengaku tak menyangka pelaku tega menghabisi nyawa Naufal Zida meski merasa dekat.

"Cuma saya bilang kalau memang kau dekat sama korban, kenapa kau tega saya bilang kepada pelaku ? Kenapa nggak bukan orang lain? Kenapa nggak kau cegat pikiran seperti ini, biar tidak terjadi korban di kemudian hari saya bilang kata gitu ke pelaku," ungkap Fais.

Lebih lanjut, Fais menuturkan bahwa pengakuan pelaku menghabisi keponakannya lantaran pikirannya tengah kalut dan terbentur utang dan pinjaman online.

Karena itu ia tak habis pikir pelaku tega menghabis nyawa Naufal Zidan.

"Ya pikiran kalut sudah kebentur hutang, kebentur pinjol dan lain-lain. Padahal kamu ini ketemu orang baik, saya bilang seperti itu kepada pelaku. Kenapa tetap tega (Bunuh Naufal Zidan) kebaikan dibalesnya seperti itu, kok tega, saya bilang seperti itu," ungkap Fais.

Selain itu, Fais mengatakan Naufal Zidan tak pernah menceritakan sosok Altafasalya Ardnika Basya kepada keluarga. Ia baru mengetahui Naufal Zidan dekat dengan seniornya itu saat berbincang dengan pelaku.

"Korban tidak pernah cerita ke keluarga. Cuma pas kemarin si pelaku ngobrol itu kenal dekat sama korban," katanya. 

Baca Juga: 9 Aktor Aktris Korea yang Berhasil Tembus Hollywood, Terbaru Ada Park Seo Joon

Sebelumnya, Wakasat Reskrim Polres Metro Depok, AKP Nirwan Pohan mengatakan beradasarkan pengakuan tersangka, bahwa motif pelaku membunuh karena iri dan ingin menguasai harta korban untuk melunasi utang lantaran terlilit pinjaman online (pinjol).

Kata Nirwan Pohan tersangka mengalami kerugian akibat investasi kripto dan utang pinjol. Total kerugian dari investasi kripto mencapai Rp 80 juta.

"Pengakuannya total hutang sekitar Rp 80 Juta. Pelaku ini bermain kripto itu akhirnya rugi mungkin pinjam sana akhirnya pinjem pinjol, tetapi tidak pada satu orang bukan hanya pinjem pinjol tapi teman-temannya. Kepada korban (pelaku) ada pinjam Rp 200 ribu dan sudah dikembalikan," ujar Nirwan." ujar Nirwan Pohan dikutip Mamagini.Suara.com dari Youtube Kompas TV, Senin (7/8/2023).

Selain itu, Nirwan Pohan menyebut pelaku dan korban adalah teman dekat. Pelaku kata Nirwan Pohan mengaku mengetahui persis barang-barang mewah dan isi ATM mililk korban.

Bahkan kata Nirwan Pohan, pelaku mengaku iri dan ingin menguasi harta korban untuk melunasi utangnya. 

"Memang pelaku dan korban berteman dan tahu korban tahu punya barang-barang seperti laptop merek MacBook, iPhone segala macam dan tahu persis bahwa korban baru pulang dari kampung pada hari Minggu," ungka Nirwan Pohan.

Load More