Annisa Pohan belum lama ini ikut menyoroti kualitas udara Jakarta yang kian memburuk. Dalam potongan berita yang diunggahnya ke Instagram, PLTU berbasis batu bara di sekitar ibukota menjadi salah satu penyebab polusi udara Jakarta.
Istri Ketua Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono itu lantas mengemukakan bahwa perlu solusi jangka pendek lebih dulu, baru fokus ke yang lebih luas lagi dampaknya.
Mengingat saat ini sudah banyak masyarakat yang terkena penyakit ISPA, terutama anak-anak.
"Jika ditemukan akar permasalahan utama maka diharapkan bisa cepat mencari solusi yg quick wins sementara utk untuk segera meringankan kondisi sekarang yg di depan mata, sembari pelan-pelan dicari solusi jangka panjang," tulis Annisa Pohan, dikutip Selasa (15/8/2023).
Namun sayangnya, unggahan Annisa Pohan ini menuai reaksi negatif dari netizen. Pasalnya, sejumlah netizen kemudian mengungkit bahwa PLTU berbasis batu bara di daerah tersebut diresmikan oleh sang mertua, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjabat menjadi presiden.
"Coba googling mbak, PLTU Lontar itu nyang meresmikan mertua sampean, Bapaknya AHY, Pak SBY bulan Desember 2011. coba gih tanya dam minta tanggung jawab ke Pak SBY, kenapa dulu diresmikan dan sekarang sampean bilang jadi penyebab polusi..," komentar salah satu netizen.
"(maksud hati menjelekkan pemerintah sekarang, malah malu sendiri karena ternyata SBY yg meresmikan di Desember 2011)," imbuh netizen itu lagi.
Tak tinggal diam, Annisa Pohan pun langsung memberi balasan atas tudingan tersebut. Sesuai dengan kalimat terakhirnya di caption, Annisa Pohan menegaskan kalau ia tak ada niatan menyalahkan siapapun.
"Suudzon amat Anda. Saya ini juga sedang memohon pertolongan loh bukan menjelekan siapa pun," balas wanita berusia 41 tahun itu.
Annisa Pohan pun menilai polusi dahulu di zaman sudah banyak PLTU tidak separah sekarang. Ia lantas balik menyemprot netizen untuk mencari informasi dulu tidak asal jeplak.
"Saya ga bahas siapa yg resmikan saya bahas polusi, jaman bapak mertua saya polusi tidak separah sekarang walau sudah ada PLTU dan banyak pabrik emisi. artinya skrg ada sesuatu yg salah dan harus diperbaiki. anda juga googling jangan asal jeplak," pungkas Annisa Pohan.
Berita Terkait
-
Annisa Pohan Ikut Soroti Polusi Udara Jakarta, Malah Kena Sentil Netizen
-
Jangan Sampai Kena ISPA, Ini 10 Tips Kesehatan untuk Jaga Diri Saat Polusi Udara Tinggi
-
Penyebab Udara Buruk Jakarta, Siapa Penyumbang Polusi Terbesar?
-
Perbedaan Langit Yogyakarta dan Jakarta dari Pesawat Bikin Merinding, Bandara Sampai Tak Terlihat!
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Ulasan May I Help You?: Merayakan Kehidupan Lewat Kisah-kisah Kehilangan
-
Bantuan Bencana Mengalir ke NTT dan Kalimantan, BAZNAS Pastikan Tepat Sasaran
-
Erick Thohir Bicara Target Indonesia di Asian Games 2026, Berapa Emas?
-
Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
-
Sempat Jadi DPO, Pencuri Rumah Kosong yang Bawa Kabur Emas 30 Gram Diciduk di Tangerang
-
Ayah dan Anak Tewas Akibat Ledakan Gas di Cikarang
-
Tak Ingin Jamur Terbuang, Ibu Astuti Sukses Kembangkan Usaha hingga Pimpin Bank Sampah
-
Ulasan Gadis Minimarket: Ketika Menjadi Berbeda Bukan Berarti Salah
-
5.000 Data Warga Palu Digunakan untuk Main Judi Online
-
Fitur Darurat yang Jadi 'Biang Kerok' Salah Paham Pengguna Jalan, Sisi Gelap Penggunaan Hazard Motor