Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah merespons kasus tayangan adzan di salah satu stasiun televisi swasta yang menampilkan bakal calon presiden dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo. Dalam tayangan tersebut, Ganjar terlihat dalam adegan shalat berjamaah yang disiarkan oleh RCTI.
Aliyah, Komisioner bidang Pengawasan Isi Siaran KPI, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan kajian terhadap peristiwa tersebut. "Kami mengkaji terhadap hal tersebut dan kami telah meminta klarifikasi segera dari lembaga penyiaran yang menayangkan," ujar Aliyah kepada awak media.
Selain melakukan kajian, KPI juga telah mengirimkan surat kepada lembaga penyiaran yang bersangkutan. Saat ini, KPI masih menunggu respon dari pihak tersebut. RCTI, stasiun televisi yang menyiarkan tayangan tersebut, merupakan milik Harry Tanoesoedibjo, pemimpin Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Dalam konteks pemilihan presiden (Pilpres), Partai Perindo memberikan dukungan kepada Ganjar Pranowo.
Aliyah menambahkan, "Kami juga telah mengirimkan surat kepada lembaga penyiaran tersebut, dan saat ini tinggal menunggu respon mereka mengenai kesediaan waktu untuk klarifikasi."
Sebelumnya, Ganjar Pranowo jadi perbincangan gara-gara dirinya muncul di adzan salah satu televisi. Dalam tayangan adzan maghrib tersebut, mulanya dibuka dengan pemandangan alam Indonesia. Ganjar lalu muncul menyambut jemaah yang akan salat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar
-
Video Sumpah Injak Al-Quran di Malingping Viral, MUI Lebak: Itu Haram
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Siap-Siap! Sekda Segera Umumkan Daftar ASN yang Terlibat Jual Beli Jabatan di Bogor
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi
-
Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Quiet Quitting ala ASN: Pilih Jalan Fungsional Biar Gak Jadi Pejabat Struktural
-
Heboh Bayi Hampir Tertukar di RSHS, Ini Peringatan dari Sekda Jabar