Pelatih Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti, telah melakukan pemangkasan pemain diaspora dalam proses seleksi tim U-17 yang akan berlaga di Piala Dunia U-17 2023. Pemain terbaru yang harus mengakhiri perjalanannya adalah Aaron Liam Suitela. Keputusan ini diambil setelah hasil evaluasi bersama Frank Wormuth dan Indra Sjafri.
"Aaron Suitela telah kami evaluasi. Bukan saya sendiri, saya juga bicara dengan Frank (Wormuth) dan coach Indra serta tim pelatih, ya (Aaron) masih belum cukup untuk kami ambil," kata Bima.
Aaron adalah salah satu pemain keturunan yang dipanggil dari luar negeri untuk mengikuti seleksi pemusatan latihan bersama tim U-17. Namun, tampaknya kemampuannya belum memenuhi harapan pelatih. Aaron bergabung dengan daftar pemain diaspora lainnya yang lebih dulu pulang seperti Mahesa Ekayanto, Madrid Augusta, Aaron Nathan Ang, dan Staffan Qabiel Horito.
Dengan keputusan ini, hanya Welber Jardim yang tersisa sebagai satu-satunya pemain diaspora yang akan bergabung dengan skuad yang terdiri dari 27 pemain lainnya untuk melanjutkan pemusatan latihan di Jerman. Welber, yang bermain untuk Sao Paulo U-17, dinilai memiliki kualitas yang diperlukan untuk masuk dalam skuad Timnas U-17.
"Yang kami ambil adalah Welber (Jardim) dan kami sudah lihat bagaimana performa Welber di Solo. Kami membutuhkan tenaga dia," kata Bima.
Saat ini, Welber Jardim sedang dalam izin pulang ke Brasil. Dia akan menyusul rekan-rekannya ke Jerman pada tanggal 17 September 2023. "Welber nanti akan bergabung di Jerman dan kemarin sudah berkomunikasi juga dengan kita, dia juga ada ujian. Jadi nanti setelah ujian mereka akan bergabung di Jerman untuk Welber," tambah Bima.
Masih ada beberapa slot yang tersisa untuk mencapai kuota 30 pemain selama pemusatan latihan di Jerman. Pemain diaspora lainnya kemungkinan akan diberi kesempatan untuk mengikuti seleksi. Ini berarti akan ada pergerakan pemain masuk dan keluar dalam skuad selama lebih dari sebulan latihan di Jerman.
"Pemain diaspora yang kita ambil, jika bagus, akan dimasukkan, dan jika tidak bagus, akan dipulangkan. Kita bisa melakukan rolling terus-menerus, artinya berapapun yang kita dapat dari pemain diaspora, kita akan memilihnya jika mereka memiliki kontribusi besar bagi Timnas U-17," jelas Bima.
Dengan pemilihan ini, Timnas Indonesia U-17 terus berupaya memaksimalkan potensi pemain yang akan mewakili Indonesia di Piala Dunia U-17 dan memastikan bahwa hanya yang terbaik yang mewakili Garuda Muda di ajang internasional tersebut.
Baca Juga: Brunei Darussalam Disanksi FIFA? Bagaimana Nasib Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia?
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Viral Pengakuan Dokter Soal Jenazah ODGJ yang Dijual Buat Praktikum Mahasiswa Kedokteran
-
Terpopuler: Update Harga Destinator Februari 2026, 6 Mobil Hybrid Murah dan Irit untuk Pemula
-
Terpopuler: Whip Pink Sebenarnya untuk Apa?, Arti Asli Kata Gong Xi Fa Cai
-
BMKG: Jakarta Barat dan Jakarta Selatan Diprakirakan Hujan Sepanjang Hari
-
Mengerikan, Abdukodir Khusanov Alami Gegar Otak usai Terhantam Lutut Donnarumma
-
Komentar Ole Romeny usai Bantu Oxford United Tahan Pemuncak Klasemen, Mulai Nyaman?
-
Rapor Merah Jay Idzes: Inter Milan Mengamuk 5-0, Lini Belakang Sassuolo Berantakan
-
Timnas Indonesia U-17 Pertimbangkan Tambah Pemain Diaspora, Nova Pasrahkan ke Kurniawan Dwi Yulianto
-
Seni Mengelola Cemas untuk Hidup yang Lebih Tenang di Buku Bye-Bye Anxiety
-
Sampaikan ke PSSI, Nova Arianto Akui Timnya Masih Jauh dari Level Asia