Baru-baru ini, Amanda Manopo mengungkap kalau dirinya mengidap epilepsi yang masih kerap kambuh ketika stres dan capek.
Dalam podcast Kemal Palevi, ia mengatakan bahwa dirinya masih suka mengalami kejang ketika kecapekan.
"Kalau udah capek, badan udah kecapekan, itu ada penolakan badan. Jadi pas lagi tidur, asisten gue sih yang sering lihat, jadi kalau gue tidur kadang-kadang gue langsung kayak gitu (kejang-kejang)," katanya.
Karena penyakit ini sudah diidapnya sejak kecil, Amanda pun melatih sang asisten mengenai langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan kalau ia mengalami kejang.
"Jadi dia ngebantuin. Jadi dia kayak ngebangunin," kata Amanda.
Selain itu, Amanda juga mengatakan bahwa ia memberi tahu asistennya, kalau sampai ada busa yang keluar dari mulutnya, maka tubuhnya harus dimiringkan.
"Kalau sampai berbuih, gua udah ngasih tahu, kalau sampai berbuih, jangan pernah badan gua ditelentangin, agak dimiringin supaya buihnya keluar semua," kata Amanda lagi.
Ia bercerita kalau waktu kecil dirinya pernah hampir meninggal gara-gara tersedak busa saat mengalami kejang.
"Dulu pas gua masih SD, epilepsi terjadi karena itu. Karena
gue kejang-kejang lagi tidur sama nyokap, nyokap tidak tahu mau ngapain, buihnya itu tuh tersedak, jadi di situlah di mana gue tidak bisa bernapas," katanya.
Baca Juga: Jelang Leg 2 Lawan Brunei Darussalam, Latihan Terakhir Timnas Indonesia Malah Batal, Apa Sebab?
Epilepsi sendiri adalah gangguan pada sistem saraf pusat akibat adanya pola aktivitas listrik di otak yang berlebihan. Dan salah satu gejala utamanya adalah kejang tanpa penyebab yang jelas pada sebagian atau seluruh tubuh.
Belajar dari Amanda Manopo, mari ketahui cara tepat menangani kejang pada penderita epilepsi.
Dikutip dari situs Siloam Hospitals, inilah prosedur pertolongan pertama saat epilepsi kambuh:
1. Pindahkan penderita epilepsi ke tempat aman, serta jauhkan dari benda tajam yang berbahaya atau berpotensi melukai.
2. Lindungi kepala penderita epilepsi dari benturan agar terhindar dari risiko cedera kepala, misal dengan meletakkan bantal atau tumpukan pakaian.
3. Longgarkan pakaian yang dikenakan penderita, terutama pada bagian leher, agar penderita dapat bernapas dengan mudah.
4. Tidak memasukkan benda asing ke dalam mulut penderita, termasuk makanan, minuman, obat, atau lainnya, karena hal tersebut berisiko menyebabkan kerusakan gigi dan gusi hingga menyebabkan tersedak yang dapat memicu gagal napas.
5. Jika penderita mengeluarkan busa atau lendir, tubuhnya diposisikan miring untuk menghindarinya dari risiko tersedak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kontroversi Piala Dunia 2026: Wartawan Dilarang Bertanya dalam Bahasa Spanyol
-
Robek Gawang Jerman! Eks Rekan Justin Hubner Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
-
Ruang Ganti Brasil Memanas! Endrick Ngamuk Tak Dimainkan Carlo Ancelotti
-
Miroslav Klose Ikhlas Rekor Golnya di Piala Dunia Disalip Lionel Messi
-
Dilema Scaloni! Julian Alvarez atau Lautaro Martnez, Siapa Jadi Striker Argentina?
-
Vitinha Berani Garansi! Final Piala Dunia 2026 Messi vs Ronaldo Jadi Kenyataan
-
Sering Ditagih Warga, Alasan Kapolres Bekasi Kombes Sumarni Hubungi Sony Sonjaya Terungkap
-
Kabar Terbaru Tol Bocimi, Kapan Jalur Cibadak-Sukabumi Barat Mulai Bisa Dilintasi?
-
Viral Siswi SD Menangis Akibat Listrik Padam Saat OSN, Disdik Sukabumi Minta Ujian Diulang
-
6 Fakta Terbaru Pemeriksaan Wabup Syafrudin, Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu